Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Agustus 2021 | 01.02 WIB

Sejumlah Bangunan di Pantai Kulon Progo Rusak akibat Gelombang Tinggi

Pantai Trisik di Kabupaten Kulon Progo mengalami abrasi parah akibat dihantam gelombang tinggi pada Rabu (11/8). Antara - Image

Pantai Trisik di Kabupaten Kulon Progo mengalami abrasi parah akibat dihantam gelombang tinggi pada Rabu (11/8). Antara

JawaPos.com–Sejumlah bangunan di sepanjang pantai selatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta, mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang tinggi pada Rabu (11/8) dari pukul 22.00 sampai 23.30 WIB.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah Aris Widiatmoko seperti dilansir dari Antara di Kulon Progo mengatakan, tiga pantai yang paling terdampak gelombang tinggi, yakni Pantai Bugel, Pantai Glagah, dan pantai di kawasan Mangrove Pasir Kadilangu dan Pasir Mendit. Di kawasan Pantai Glagah gelombang tinggi naik hingga batas tanggul pasiran dan mengakibatkan bangunan enam warung, tiga kolam renang, dan dua kamar mandi milik pelaku wisata rusak.

”Total kerugian sekitar Rp 17 juta. Di sekitar Labuhan Pantai Glagah, air laut juga menyebabkan kerusakan tiga bangunan warung. Gelombang tinggi merupakan peristiwa tahunan. Tidak ada korban jiwa, hanya menyebabkan kerusakan ringan bangunan di kawasan pantai,” kata Aris pada Kamis (12/8).

Dia mengatakan, gelombang tinggi juga menggerus tanggul di Pantai Mangrove dan Pantai Bugel. Di Pantai Trisik, air menggerus tanggul yang menyebabkan abrasi hingga mendekati penangkaran penyu. Selain itu, satu kamar di salah satu bangunan rusak berat dan satu kamar mandi hampir terbawa air laut.

”Saat ini, personel Satlinmas Wilayah V Glagah masih berpatroli di kawasan pantai untuk antisipasi jika gelombang tinggi kembali terjadi,” ujar Aris Widiatmoko.

Aris mengimbau kepada pelaku usaha atau siapa saja yang berada di kawasan pantai selatan di wilayah Kulon Progo agar selalu berhati-hati dengan gelombang tinggi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. ”Terlebih malam hari, kami mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Nelayan juga kami imbau untuk berhati-hati saat hendak memutuskan melaut,” tutur Aris.

Salah satu nelayan Pantai Trisik Dwi Surya mengatakan, nelayan Pantai Trisik tidak melaut. Nelayan yang melaut pada kondisi bagus dan tangkapan yang memiliki nilai jual tinggi.

”Nelayan hanya melaut pada bulan tertentu yang banyak ikan dan gelombang bagus,” kata Dwi Surya.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan, jika berdasar prakiraan cuaca yang dilakukan jawatannya, gelombang laut di wilayah pesisir selatan DIY masih cukup tinggi. ”Tinggi gelombang di perairan DIY berkisar antara empat sampai enam meter. Itu termasuk kategori tinggi. Untuk pergerakan angin dari arah tenggara dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam,” terang Reni.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore