alexametrics

Kabur dari Aceh, Kelompok JAD Terhenti di Kalteng

Logistik JAD-ISIS Diputus
12 Juni 2019, 15:48:46 WIB

JawaPos.com – Kelompok jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) sempat menyebar di dua daerah di Kalteng, yakni Palangka Raya dan Gunung Mas (Gumas). Jumlahnya tak sedikit. Ada puluhan orang. Termasuk perempuan dan anak-anak. Organisasi yang berafilisasi dengan kelompok ISIS ini, terdeteksi sehari sebelum mereka bertolak ke Jakarta.

Di Palangka Raya, 15 orang diamankan Densus 88 bersama Polda Kalteng dari dua kamar barak nomor 5 dan 6 di Jalan Pinus Permai III, Kelurahan Panarung, Senin sore (10/6). Dari penyergapan tersebut, Kalteng Pos (Jawa Pos Grup) melaporkan dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni berinisial T dan A.

“Untuk dua orang yang saat ini menjadi tersangka merupakan daftar pencarian orang (DPO) dari Aceh, setelah aktivitas uzlah mereka tercium oleh aparat. Mereka kabur dari Aceh. Ada yang menuju Medan, tapi ada juga yang ke Palangka Raya,” ungkap Kapolda Kalteng Irjen Anang Revandoko saat konferensi pers di lobi Mapolda Kalteng, Selasa sore (11/6).

Ditambahkan kapolda, dua tersangka tersebut melarikan diri dari pengejaran pihak keamanan. Mereka melakukan aktivitas pelatihan dan pengasingan diri dengan tujuan menelurkan sel teroris. T dan A mengajak beberapa orang berangkat menuju Palangka Raya. Merek menyewa dua barak di Jalan Pinus Permai III, Kota Palangka Raya sejak dua minggu lalu.

“Mereka itu ke sini untuk uzlah dan mencari logistik atau mengumpulkan dana. Tak hanya berdua, tapi mereka juga mengajak beberapa orang dari Aceh dan dari daerah lain untuk ikut,” ucap kapolda.

Belum sempat menemukan pekerjaan sesuai dengan yang dijanjikan untuk mengumpulkan pundi-pundi demi kesejahteraan dalam aktivitas uzlah dan lainnya, keberadaan kedua tersangka bersama 13 orang lainnya yang ikut terpapar tercium oleh kepolisian.

“Total keseluruhan yang diamankan di Palangka Raya itu ada 15 orang. Rinciannya, T dan A sudah ditetapkan tersangka, sedangkan AN, Ib, ADR, dan Ad masih diperiksa. Sementara perempuan dewasa berinisial Ais, RJ, Nur, dan My. Juga diamankan anak-anak berinisial Ag, RS, NF, dan KA yang berstatus sebagai terpapar,” bebernya.

Dua tersangka teroris yang diamankan Polda Kalteng dan Densus 88 ini merupakan sisa dari kelompok Abu Hamzah, yang terkenal sebagai perakit bom hebat di Gunung Salak, Aceh. Keduanya tergabung dalam JAD yang merupakan binaan ISIS.

“Pelaku berinisial T dan A merupakan sisa dari kelompok Abu Hamzah. Mereka tergabung dalam JAD dan berada dalam bimbingan ISIS,” jelas kapolda.
Lebih lanjut dijelaskan kapolda, tujuan terjauh kelompok ini adalah mengubah ideologi NKRI. Penangkapan yang dilakukan oleh Polda Kalteng dan tim gabungan lainnya ini menggagalkan rencana mereka untuk berangkat ke Jakarta pada Selasa (11/6)).

“Rencananya hari ini (kemarin, red) mereka semua akan ke Jakarta. Masih kami dalami soal target dan tujuan mereka berangkat ke Jakarta,” lanjut kapolda.

Berbeda dengan tersangka dan terpapar teroris yang tertangkap di Palangka Raya, kelompok yang diamankan di Gunung Mas ternyata berasal dari jaringan JAD Makassar. Tujuan dan keberadaan kelompok tersebut di Gumas adalah untuk mencari logistik. Sama seperti kelompok yang diamankan di Palangka Raya.
“Kalau yang diamankan di Tewah, Gumas, jumlahnya 18 orang. Kelompok serta tujuan mereka sama dengan yang diamankan di Palangka Raya,” jelas kapolda.

Dari penangkapan tersebut, sejumlah barang bukti (barbuk) berhasil diamankan. Di antaranya berupa sejumlah buku tentang akhir zaman (di dalamnya berisi sejumlah ajaran garis keras), ponsel, laptop. Selain itu, barbuk lain yang diamankan adalah serbuk yang teridikasi digunakan untuk merakit bom.
“Ada buku-buku tentang keagamaan yang kami amankan dan beberapa barang bukti lainnya. Ada juga sejumlah serbuk yang diamankan. Saat ini masih terus didalami dan diuji di labfor terkait kegunaan serbuk tersebut,” ucapnya.

Berkaitan dengan barbuk berupa serbuk dan sejumlah barang lainnya, secara terpisah Dirkrimum Polda Kalteng Kombes Pol Agung mengatakan, bisa dimungkinkan untuk merakit bom. Namun, lanjutnya, kepastiannya masih menanti hasil uji laboratorium.
“Arahnya bisa ke sana. Belum dipastikan juga, karena masih harus diuji dahulu,” pungkas Agung.

Sementara dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kalteng KH Anwar Isa atas kejadian ini mengimbau pada masyarakat Kalteng khususnya, untuk tetap tenang tetap damai untuk tetap bersatu menjaga persatuan.

“Peristiwa yang terjadi ini kita serahkan kepada pihak berwajib para pelaku yang sedang diamankan untuk kembali menyadari bahwa apa yang akan mereka lakukan itu tidak dibenarkan menurut agama ajaran Islam, ” terangnya.

Danrem 102/Pjg Kolonel Arm Syaiful Rizal melalui Kasrem Letkol Inf M Ibnu Subrotomengatakan, peran TNI mengacu undang-undang nomor 34 2004 dimana TNI siap membantu Polri dalam tugas pengamanan termasuk terorisme.

Buku Tegar di Atas Tauhid yang menjadi barang bukti penangkapan teroris di Kalimantan Tengah. (Kalteng Pos)

“Disini kita juga termasuk Babinsa harus bersinergi dengan Bhabinkamtibmas yang mana apabila ada informasi – informasi segera disampaikan kemudian lakukan deteksi dini dan pencegahan dini segera dilaporkan sementara ini TNI dan Polri berjalan dengan baik, ” ungkapnya.

Kepala BIN Kalteng Brigjen Pol M Slamet Urip Widodo menyampaikan bahwa BIN selalu siap mendukung Polda Kalteng untuk mewujudkan bahwa di Kalimantan Tengah dalam keadaan Kondusif. “Harapan kami masyarakat Kalteng bisa aman tertib dan damai dan sementara untuk bisa kita pastikan untuk pendalaman dari Polda Kalteng dan Densus 88 bahwa untuk tempat lain tidak ada, ” tegasnya.

Masyarakat Diminta tetap Tenang

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng M Yamin Mukhtar berharap masyarakat Kalteng agar tenang. Meski demikian, pihaknya mengaku prihatin lantaran Kalteng khususnya Kota Palangka Raya selama ini kondusif, tiba-tiba ada penangkapan terduga teroris. Tentu, harapannya hal ini ke depan tidak terjadi lagi di Kalteng.

“Kepada aparat kepolisian agar menangani hal ini secara serius sekaligus mengantisipasi adanya hal ini, apakah memang lahirnya gerakan itu dari Kalteng atau dari luar,” katanya saat diwawancarai Selasa, (11/6).

Jangan sampai, katanya, gerakan-gerakan ini lahir dari Kalteng atau hanya sekedar tempat mereka berdiam dan transit saja. pihaknya sebagai fungsi FKUB yakni untuk menjaga kerukunan tentu akan melakukan kewaspadaan lebih.

“Bahkan masyarakat juga harus berperan aktif, segera informasikan jika memang ada gerakan-gerakan yang mengarah ke perilaku teroris agar segera di tangani. Kami imbau lapisan masyarakat bisa deteksi dini,” bebernya kepada Kalteng Pos.

Rasa ketakutan masyarakat tentu ada, lanjutnya, tetapi agar permasalahan in dipercayakan kepada aparat untuk menangani secara tuntas. Sementara saat ini di temukan sekian orang dan tidak menutup kemungkinan ada yang lain.

“Kabar ini tentu agar tidak dijadikan bahan penyebaran hoax, masyarakat dalam menggunakan medsos juga harus menahan diri untuk tidak menyebarluaskan yang belum jelas sumbernya, jika pun sudah jelas agar tidak komentar yang mengandung perpecahan,” ucapnya.

Ditambahkannya, penangkapan terduga teroris ini hanya oknum yang kebetulan mereka beragama muslim. Yamin menegaskan bahwa Islam itu cinta damai, hanya saja pihak tertentu berbuat demonstratif sehingga melakukan teror.

“Jangan sampai menuduh pihak tertentu atau menjelekkan, pada prinsipnya Islam cinta damai serta agama yang toleran dengan umat lain,” pungkasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : old/abw/ce/ala



Close Ads