JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tak Jadi di Kedungpane, 6 Napi Rutan Solo Dipindah ke Mapolda Jateng

11 Januari 2019, 02:35:57 WIB
Pemindahan Napi
PEMINDAHAN NAPI: Kendaraan baracuda yang dipergunakan untuk mengangkut napi dari Rutan Solo terparkir di Mapolda Jateng, Kamis (10/1). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Enam narapidana (napi) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Solo dipindahkan ke sel tahanan Mapolda Jawa Tengah. Mereka sebelumnya terlibat kerusuhan antar sesama napi, Kamis (10/1) pagi tadi.

Menurut pantauan, satu unit mobil baracuda tiba di Mapolda Jateng sekira pukul 17.00 WIB. Mereka berisi sejumlah orang yang beberapa di antaranya diduga merupakan narapidana yang baru saja dipindahkan dari rutan Solo.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja membenarkan hal itu kala baru dikonfirmasi beberapa momen setelahnya. Menurutnya, memang ada penyerahan narapidana di Mapolda Jateng yang rencana sebelumnya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan klas I Kedungpane Semarang.

Ricuh Rutan Solo
Total tahanan yang sudah dipindahkan sebanyak 12 tahanan. Pemindahan tahanan dilakukan sebanyak tiga kali. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Benar mas. Ada enam orang dipindah ke Mapolda. Sudah diterima di Dit Tahti," kata Agus singkat, saat dikontak melalui WhatsApps, Kamis (10/1).

Namun begitu, masih belum diketahui siapa-siapa saja yang dipindah ke Mapolda Jateng. Akan tetapi, ia sempat menyebut bahwa narapidana kasus penganiayaan, Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet tidak bersama para napi yang di Mapolda.

"Iwan Walet ke (Lapas) Sragen," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan di Rutan Kelas Solo terjadi pada Kamis (10/1) pagi tadi. Keributan diduga dipicu suatu kesalahpahaman. Namun, Kepala Rutan kelas IA Solo, M. Ulin Nuha menyampaikan, kericuhan yang terjadi tidak hanya melibatkan para warga binaan atau tahanan saja. Tetapi, juga para pembesuk.

Akibat peristiwa ini, sejumlah narapidana pun dipindahkan. Sebagai upaya untuk mengantisipasi berulangnya keributan antartahanan. 

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : Tunggul Kumoro

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini