Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juni 2019 | 02.31 WIB

Satpol PP Surabaya Perketat Operasi Yustisi Tiga Kawasan

BERTAHAN: Beberapa pedagang masih tetap berjualan di depan KBS. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

BERTAHAN: Beberapa pedagang masih tetap berjualan di depan KBS. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tiga wilayah akan menjadi target utama dalam operasi yustisi setelah libur panjang Lebaran. Yakni, Surabaya bagian utara, barat, dan timur. Sebab, kawasan itu ditengarai diserbu banyak pendatang dari luar kota yang ingin mengadu nasib.

Mereka diperbolehkan datang ke Surabaya asalkan sudah memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. Namun, mereka yang masih ingin mempertaruhkan keberuntungan untuk mendapatkan penghidupan di Surabaya akan dispulangkan ke daerah asal.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan ultimatum tersebut kepada para pendatang. Sebab, para pendatang yang tak memiliki pekerjaan jelas serta tempat tinggal itu dikhawatirkan menjadi beban Surabaya. Bahkan, mereka berpotensi melakukan tindak kriminal.

"Yang paling sederhana, mereka menjadi pedagang kaki lima tapi berjualan di tempat yang dilarang perda. Misalnya, di trotoar. Ada yang seperti itu sampai kami pulangkan ke daerah asal melalui liponsos," ujarnya kemarin (9/6).

Tahun lalu ada temuan di Kecamatan Tandes. Orang-orang dari luar kota sengaja didatangkan untuk menjadi pengemis. Mereka pun ketahuan dan dipulangkan ke daerah asal.

Operasi yustisi itu akan serentak dilakukan di Surabaya mulai pekan ini. Setiap kecamatan dan kelurahan akan terlibat aktif untuk operasi tersebut. Dalam operasi itu, turut dilibatkan pula dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) dan dinas sosial.

Sementara itu, Satpol PP Kota Surabaya menambah anggota di tiga wilayah tersebut. Untuk wilayah barat, ada Kecamatan Benowo, Tandes, dan Pakal. Di utara, terdapat kecamatan Semampir, Pabean Cantian, dan Krembangan.

Untuk wilayah Surabaya Timur, yang menjadi atensi adalah Kecamatan Tambaksari, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gununganyar. Wilayah tersebut ditengarai menjadi destinasi atau serbuan pendatang. "Sebab, banyak pabrik dan tempat tinggal karyawan atau buruh," jelasnya.

Lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tinggal para pendatang itu juga disisir. Bukan hanya kos-kosan, melainkan juga bantaran sungai hingga bawah jembatan. "Juga di jalur-jalur seperti pinggir rel kereta api," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan bahwa pihaknya terlibat operasi yustisi tersebut untuk pendataan. Dia menyebutkan, akan ada koordinasi lanjutan dengan satpol PP, bakesbang, camat, dan lurah untuk operasi yustisi tersebut. "Direncanakan H+7 operasi yustisi dilaksanakan. Semoga sesuai rencana," katanya kemarin.

Agus juga mengungkapkan, mulai hari ini (10/6), pelayanan publik di Surabaya kembali normal seperti biasa. Termasuk dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil). "Langsung aktif besok," jelasnya.

Jam pelayanan pun diberlakukan normal, tidak seperti saat puasa. Pelayanan di dinas tersebut dimulai pukul 07.30 sampai 21.00. Saat Ramadan, pelayanan memang hanya sampai pukul 17.00. Semua jenis pelayanan publik di dinas tersebut juga akan kembali normal. "Semuanya (jenis pelayanan), mosok dicicil," ungkapnya, lantas tersenyum.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore