
RUSAK PARAH: Sejak dibangun 1986, ruang kelas SDN Curahkalong 5, Kecamatan Bangsalsari, ini tak pernah mendapat perbaikan. (Jumai/Jawa Pos Radar Jember)
JawaPos.com – Insiden ruang kelas yang ambruk di SDN Curahkalong 5, Kecamatan Bangsalsari, dua hari lalu (8/1) kembali mengejutkan publik. Sebab, peristiwa itu merupakan kali ketiga di Jember sepanjang dua bulan terakhir.
Jawa Pos Radar Jember mendatangi sekolah yang ambruk tersebut. Kondisi bangunannya terlihat cukup memprihatinkan. Beberapa kayunya sudah lapuk. Tiang penyangga teras di bagian depan kelas juga sudah tak kuat menahan beban.
”Memang ruang kelas yang ambruk itu sudah setahun dikosongi. Kondisinya sudah sangat parah,” ujar Kepala SDN Curahkalong 5 Wahyoko.
Untung, terang dia, saat petaka itu terjadi sekitar pukul 13.30, siswa sudah pulang sekolah. Karena itu, lanjut Wahyoko, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menurut dia, sejak bangunan itu berdiri 1986, khusus ruang kelas itu memang tak pernah mendapat perbaikan. Padahal, lima ruang kelas lain, termasuk ruang guru, sudah pernah direhab.
Jadi, ujar dia, selama tiga dekade lebih, ruang kelas yang ambruk itu tak pernah sekali pun direnovasi. “Hanya ada satu ruang kelas, yakni kelas III, yang kondisinya cukup parah dan memprihatinkan,” terang Wahyoko.
Sementara itu, siswa kelas III yang jumlahnya 23 anak terpaksa menempati kelas yang sama dengan siswa kelas I. Pihak sekolah mengatur jadwal kegiatan belajar-mengajar (KBM) mereka secara bergantian. Kelas I masuk pagi, sedangkan kelas III masuk siang.
”Siswa kelas III ini masuk setelah siswa kelas satu pulang pada pukul 10.15. Karena tak ada ruang kelas lain yang bisa ditempati,” ujar Wahyoko.
Ruang kelas yang ambruk tersebut juga berdekatan dengan ruang perpustakaan, unit kegiatan siswa (UKS), dan gudang. Dengan demikian, ketika ruang kelas itu ambruk, ruangan di sebelahnya juga terdampak. Beberapa atapnya menjadi bocor.
”Sebenarnya ruang perpustakaan ini direhab bersamaan dengan ruang kelas IV, V, VI, dan ruang guru,” ungkapnya.
Wahyoko mengaku, sebenarnya pihak sekolah sudah mengajukan permohonan rehab ke pemerintah kabupaten melalui dinas pendidikan sejak ruang kelas itu dikosongi. Bahkan, pihak sekolah juga pernah mendapat kabar kalau ruang kelas III bakal diperbaiki.
”Tapi, setelah dicek, SDN Curahkalong 5 ternyata tidak mendapat bantuan rehab,” tuturnya.
Berkurangnya ruang kelas di sekolah setempat juga berdampak terhadap para tenaga pengajar. Guru di SDN Curahkalong 5 harus pulang lebih sore. Sebab, mereka harus menunggu siswa kelas III selesai mengikuti KBM.
”Kami hanya berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Jember, bisa melakukan perbaikan ruang kelas yang ambruk ini,” harap Wahyoko.
Hingga kemarin (9/1), reruntuhan bangunan tampak belum dibersihkan. Puing kayu dan genting terlihat berserakan. Kondisi itu cukup membahayakan. Terlebih tak ada papan peringatan atau rambu larangan semacam garis polisi. Padahal, ada sejumlah siswa yang bermain tak jauh dari bangunan yang ambruk tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
