
ILUSTRASI: Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Malang menjadi lapas dengan jumlah penghuni terbanyak di Jawa Timur.
JawaPos.com - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Malang menjadi lapas dengan jumlah penghuni terbanyak di Jawa Timur. Bahkan, jumlahnya mengalahkan Rutan Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Saat ini, jumlah napi ada sekitar 2.800 orang.
Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Malang, Farid Junaedi mengatakan, saat ini jumlah penghuni lapas yang juga disebut Lapas Lowokwaru itu sudah paling tinggi untuk Jawa Timur, yakni sebanyak 2.800 orang. "Untuk Jatim, sudah paling tinggi. Sehingga perlu antisipasi," ujarnya pada JawaPos.com.
Bahkan, Farid menyampaikan jika jumlah tersebut melebihi penghuni yang ada di Medaeng, Sidoarjo. "Kalau Medaeng kan sebelumnya rutan. Setelah putus, kemudian (napi) dipindah-pindah," jelas pria yang sudah pernah bertugas di 11 Provinsi di Indonesia ini.
Dia menerangkan, membludaknya jumlah penghuni lapas tersebut salah satunya dikarenakan banyaknya kiriman tahanan dari lapas lain. "Karena (Malang) Lapas klas 1, (akhirnya) dapat kiriman dari mana saja. Tidak bisa menolak," kata dia.
Lapas Lowokwaru sendiri terdapat 22 blok. Dimana satu bloknya berisi 300-400 orang. Sementara untuk satu kamar yang berukuran 4x8 meter, diisi oleh 40-50 orang.
Hal itu pun menimbulkan ketimpangan antara jumlah penghuni dengan jumlah petugas yang ada. Farid mengatakan, jumlah keseluruhan petugas keamanan saat ini sebanyak 224 orang. "Penjagaan ada empat regu, setiap regu ada 23 orang," ujarnya.
Dia mengungkapkan, lapas tersebut sebenarnya hanya memiliki kapasitas sebanyak 900 narapidana saja. Namun, kenyataannya justru berlebih. "Jadi tiga kali lipat (dari kapasitas seharusnya, red)," kata pria yang baru menjabat sebagai Kalapas Klas I Malang itu.
Pria yang sebelumnya bertugas di Sulawesi Barat itu menyampaikan, idealnya jumlah petugas keamanan yang sesuai standar operasional (SOP) yakni 1 banding 2. Artinya, satu narapidana dijaga oleh dua petugas keamanan.
"SOP polisi juga gitu. Satu tahanan dijaga dua orang. Jumlah petugas keamanan kami ini sebenarnya sudah mulai bertambah dari sebelumnya," jelasnya. Untuk mengcover hal itu, pihaknya juga memberdayakan elemen masyarakat dan keamanan.
Selain itu, untuk mengantisipasi jumlah napi yang terbilang overload tersebut, pihaknya juga memberdayakan pesantren di dalam lapas. Di dalam pesantren itu, kamar tahanan terlihat lebih lapang. Satu kamar, berisi sekitar 15 orang.
Namun, Farid menyampaikan jika untuk masuk pesantren juga harus melewati seleksi. Pasalnya, saat ini tidak sedikit napi yang ingin masuk pesantren itu. "Dulu hanya 200 (napi) saja, sekarang hampir 600. Padahal kapasitas pesantren hanya 300 orang saja. Oleh karena itu kami lakukan langkah assessment," pungkasnya

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
