alexametrics

Tuntut Pembenahan, Driver Go-Jek di Jogja Mogok Makan

9 April 2019, 19:10:23 WIB

JawaPos.com – Pengemudi ojek online (Ojol) di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) yang tergabung dalam Front Independen Driver Online Indonesia (FI) melakukan aksi di depan kantor Perwakilan PT Karya Anak Bangsa DIJ, Giwangan, Kota Jogjakarta, Selasa (9/4). Mereka memprotes kebijakan penyedia jasa Go-Jek yang dianggap memberatkan.

Dengan menutup mulutnya dengan lakban, 2 pengemudi Ojol yakni Sabar Gimbal dan Andi Kartala bertekad mogok makan sebelum tuntutannya dipenuhi. “Mulai hari ini dimulai aksi mogok makannya. Aksi ini didukung oleh driver-driver lain juga, sampai membuahkan hasil,” katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (9/4).

Tuntutan yang disampaikan yakni pemutakhiran atau pemutihan data akun mitra. Kedua, menghapuskan sistem peringkat dan alokasi order. Ketiga, mengembalikan jumlah poin skema insentif di wilayah DIJ dan Jateng, dan meninjau ulang perjanjian kemitraan yang lebih berazaskan kesetaraan dan keadilan.

Wakil Ketua DPRD DIJ, Arif Noor Hartanto yang menyambangi aksi itu mengatakan, ia sendiri telah bertemu dengan pihak manajemen regional. Mempertanyakan respons dari tuntutan para driver tersebut. “Sampai sore ini belum bisa memberikan jawaban. Problem ini tak hanya regional, tapi bersifat nasional,” katanya.

Namun ia telah menekankan agar ketika ada perkembangan sekecil apapun mengenai tuntutan itu agar segera disampaikan. “Kami menekankan agar secepatnya perkembangan sekecil apapun untuk disampaikan. Kondisi (mogok makan) ini sangat berisiko,” ucapnya.

Terpisah, Head of Regional Corporate Affairs Go-Jek, Alfianto Domy Aji melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, terkait open suspend, perusahaan saat ini sedang memprioritaskan perbaikan kebijakan sistem suspensi. Sehingga dapat lebih mudah dipahami dan terkomunikasikan dengan baik demi menjaga kualitas layanan.

Sedangkan terkait penghapusan order prioritas, pihaknya telah menerapkan sistem alokasi order baru. Pada sistem yang baru ini, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu. Kemudian, mitra yang paling rajin dan memiliki rating tinggi berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut.

Sementara terkait skema intensif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar. Go-Jek tetap akan memberlakukan sistem insentif yang baru, akan memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra driver untuk mendapatkan bonus.

Untuk transparansi perjanjian kemitraan, pihaknya selalu terbuka dalam hal ini. “Kami percaya bahwa semangat keterbukan dalam menjalin kemitraan menjadi hal yang utama,” ucapnya

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads