alexametrics

Dari 43 Ribu Lebih Media Online, Hanya 0,4 Persen yang Profesional

9 Februari 2018, 02:02:48 WIB

JawaPos.com – Pertumbuhan media siber di Indonesia kian dahsyat. Dewan Pers memperkirakan, jumlah media online se-Nusantara saat ini mencapai 43 ribu lebih.

Namun, hanya sebagian yang tumbuh dan ingin membangun profesionalisme jurnalistik. Sementara, sebagian lagi hanya untuk mencari keuntungan semata.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, media online rata-rata menjamur dan menyasar hampir semua ibu kota provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia.

“Menjamurnya media online juga membuat pemerintah daerah kewalahan. Sebab, mayoritas para wartawan dan media baru menuntut kerja sama dari APBD. Kalau keinginan tak dipenuhi, maka akan muncul berita negatif yang memojokkan sebuah daerah,” terang Yosep Adi Prasetyo dalam Konvensi Nasional Media Massa di Aula Hotel Inna Muara Padang, Kamis (8/2).

Dalam diskusi bertajuk Iklim Bermedia yang Sehat dan Seimbang serta Mempertahankan Eksistensi Media Massa Nasional dalam Lanskap Informasi Global terhadap Persaingan Usaha Media Pasca Revolusi Digital itu, Yosep mengatakan, salah satu contoh menjamurnya media online terjadi di Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Di sana, jumlah penduduknya hanya 170 ribu jiwa. Keberadaan medianya mencapai angka 500 lebih. “Nyaris semuanya online. Hanya tiga perwakilan media nasional di Batam,” bebernya.

Hanya saja, Dewan Pers belum memiliki data pasti sampai proses verifikasi faktual selesai dilakukan pada akhir tahun ini. Namun, merujuk pada proses pendataan yang pernah dilakukan dan kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul Data Pers 2015, media online yang memenuhi syarat disebut perusahaan pers dan profesional baru berjumlah 168 perusahaan.

Dengan demikian, dari jumlah puluhan ribu media online, baru sekitar 0,04 persen yang layak disebut profesional. “Nah, inilah barangkali yang mesti ditertibkan, sehingga tidak lagi beredar berita hoax,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (ce1/rcc/JPC)



Close Ads
Dari 43 Ribu Lebih Media Online, Hanya 0,4 Persen yang Profesional