
Ratusan bangunan berdiri kokoh dan disegel Satpol PP di Pulau D Reklamasi Teluk Jakarta.
JawaPos.com - Menghentikan proyek reklamasi di Teluk Jakarta sudah menjadi janji kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno sejak masa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu. Keduanya terus berupaya mewujudkan hal tersebut.
Namun, dua pulau yakni C dan D sudah terlanjur rampung dibangun. Pembangunan tersebut berupa gedung-gedung seperti ruko, kantor, dan perumahan.
Pantauan JawaPos.com di Pulau D, Kamis (7/6), sebanyak 932 bangunan telah berdiri dengan megahnya. Konsep lahan seluas 329 hektare itu seperti kompleks elite yang lengkap dengan segala kebutuhan penghuninya.
Kemegahan terlihat saat mulai masuk dari jembatan yang menghubungkan Pulau D dengan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Bangunan ruko dengan gaya modern bernuansa krem dan cokelat berjajar memadati lokasi bagian depan.
Tak kalah menarik, ada sejumlah bangunan yang disediakan sebagai rumah makan. Konsepnya membentuk sebuah foodcourt atau kawasan kuliner.
Belok ke kiri dari kawasan foodcourt, terdapat sebuah perumahan elite telah rapi dan siap dihuni. Rupanya, sebanyak 409 rumah tapak di sana. Lengkap dengan gerbang besar dan ruko-ruko seperti swalayan berdiri hingga menuju pintu masuk kompleks rumah.
Keluar dari kompleks perumahan, kali ini adalah jajaran perkantoran yang sudah lengkap dengan furniturnya. Rukan tersebut terlihat sudah siap digunakan untuk beraktivitas.
Meski demikian, di balik seluruh bangunan yang sudah tertata itu, ternyata masih ada bagian pulau yang belum tergarap. Mengarah ke belakang pulau masih berupa gunungan pasir putih bercampur cokelat.
Sebagaimana diberitakan, Pemprov DKI Jakarta telah resmi menutup lokasi proyek reklamasi Pulau D hari ini, Kamis (7/6). Dengan begitu, 932 bangunan disegel dan dipastikan tidak bisa digunakan. Bahkan, proyek pembangunan lainnya juga harus dihentikan.
Penyegelan dilakukan oleh Satpol PP DKI Jakarta dengan pengawasan langsung oleh Anies. Usai puas berkeliling dan meninjau kemegahan Pulau D, dia mengaku saat ini adalah pertama kalinya menginjakkan kaki di sana.
“Selama ini hanya lihat-lihat dari gambar, lihat dari udara tetapi tidak pernah melihat langsung,” ujar Anies di lokasi.
Menurutnya, Teluk Jakarta merupakan bagian dari tanah air yang harus diselamatkan sesuai dengan aturannya. Dirinya ingin Indonesia berwibawa di mata dunia dan tidak lagi takluk terhadap pembangunan megaproyek seperti reklamasi.
“Kami semua di sini memastikan negara wibawa, negara dihormati. Ke depan, saya akan pastikan bahwa semua keputusan kita akan kita tegakkan. Bagi semuanya jangan menyederhanakan dan jangan menganggap enteng keseriusan kita,” tuturnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
