
BERBUNTUT PANJANG: Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono saat di kantor ORI DIJ, Selasa (8/1).
JawaPos.com - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono memberikan keterangan kepada Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Selasa (8/1). Hal itu dilakukan untuk melengkapi berkas investigasi yang dilakukan oleh ORI DIJ dalam penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di kampus itu.
"Mengenai prosedur penanganannya dari awal hingga akhir yang Pak Kepala (ORI DIJ) masih kurang informasi dari tanggal ini sampai ini, maka kami lengkapi. Tadi sudah kami jelaskan, jadi sudah clear," kata Rektor UGM, Panut Mulyono, Selasa (8/1).
Lanjut Panut, sebenarnya hanya ada 7 pertanyaan yang ingin diketahui oleh ORI DIJ. Namun karena pertemuan itu diselingi dengan diskusi, maka lingkupnya semakin meluas.
Ia juga mengatakan, HS yang merupakan terduga pelaku sama sekali belum masuk dalam list calon wisudawan pada akhir 2018 lalu. Sempat muncul kabar memang yang bersangkutan akan diwisuda.
Namun, menurutnya karena proses di tingkat fakultas sudah diselesaikan oleh HS. Sedangkan yang di atasnya, yakni Direktorat Pendidikan dan Pengajaran belum meloloskannya.
"Direktorat Pendidikan dan Pengajaran yang memutuskan wisuda atau tidak. Sama sekali tidak memutuskan untuk diwisuda," ucapnya.
Belum diperkenankannya HS diwisuda karena yang bersangkutan saat ini masih menjalani konseling. Sampai nantinya dianggap tuntas sesuai dengan yang telah ditentukan. "Minta wisuda boleh, tapi kami melihat persyaratan terpenuhi atau tidak," katanya.
Sementara itu, Kepala ORI Perwakilan DIJ, Budhi Masturi mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas hadirnya rektor UGM. "Pertanyaan seputar peran dan ketugasan rektor. Tindak lanjut, dan langkah yang telah dilakukan," ucapnya.
Untuk diketahui, ORI DIJ melakukan investigasi terhadap kasus dugaan pelecehan seksual di UGM pada 2017 lalu. Namun yang ditangani oleh lembaga pemerintah pengawas pelayanan publik ini lebih pada prosedur penanganan yang dilakukan oleh pihak kampus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
