
Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo
JawaPos.com - Alasan Pemerintah Kota Solo yang melakukan penutupan Sunday Market Manahan Solo menurut pedagang tidak realistis. Para pedagang menilai, selama ini keberadaan pedagang cukup jauh dengan lokasi renovasi Stadion Manahan. Sehingga, pedagang menilai keberadaannya tidak mengganggu pengerjaan proyek tersebut.
"Alasan Pemkot itu tidak realistis, tidak jelas. Katanya merusak ekosistem dan merusak Stadion Manahan, Sunday Market itu justru menghidupkan ekosistem yang ada di Manahan," tegas Ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM), Joko Santoso kepada JawaPos.com, Jumat (7/9).
Sedangkan, jika alasannya karena pembangunan, menurut Joko hal itu bisa disiasati. Karena lokasi pembangunan dan tempat para pedagang berjualan cukup jauh.
Pria yang akrab disapa Yuli De Santos tersebut menambahkan bahwa, selama ini keberadaan pedagang Sunday Market juga turut andil dalam pendapatan asli daerah. Pasalnya, para pedagang juga ditarik uang retribusi.
Besaran retribusi bervariasi mulai dari Rp 2.500 untuk luas lapak satu meter persegi dan uang parkir sebesar Rp 2 ribu. Dengan jumlah pedagang yang mencapai 1.500 orang, maka pendapatan dari retribusi juga cukup besar setiap minggunya.
"Tapi saat kami menanyakan ke mana uang retribusi tersebut, tidak ada yang menjawabnya. Dengan ditutupnya Sunday Market otomatis pendapatan yang masuk ke Pemkot juga akan berkurang drastis," katanya.
Para pedagang yang berada di bawah naungan SPMPM pun menolak mendaftarkan diri ke Dinas Perdagangan (Disdag) Solo agar bisa mendapatkan tempat yang baru sebagai pengganti lokasi di Sunday Market.
Sementara itu, Kepala Disdag Solo, Subagiyo menegaskan, bahwa penutupan Sunday Market harus dilakukan. Hal ini sesuai dengan penataan yang mana kawasan tersebut dikhususkan untuk olahraga.
"Pedagang sudah diberikan tempat lain untuk pindah, seperti di CFD Jalan Slamet Riyadi, jalan Ir Juanda dan di Galabo," ucapnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
