alexametrics

Jalur Pantura Lumpuh, KA Dialihkan Lewat Jogja

Tinggi Genangan 50 cm hingga 1 Meter
7 Februari 2021, 10:14:15 WIB

JawaPos.com – Intensitas curah hujan yang tinggi sejak Jumat malam (5/2) hingga kemarin (6/2) mengakibatkan sepuluh kecamatan di Kota Semarang terendam banjir. Beberapa sungai besar seperti Banjir Kanal Barat, Banjir Kanal Timur, Sungai Beringin, dan Sungai Plumbon tak sanggup menahan debit air dan akhirnya meluap.

Jalur pantai utara (pantura) Semarang–Kendal sempat lumpuh. Sebab, banjir mencapai selutut orang dewasa. Kendaraan kecil dan sepeda motor memilih menepi. Hanya kendaraan besar seperti bus dan truk yang berani melintas pelan. “Air limpahan Sungai Beringin dari wilayah Wonosari menggenangi jalan nasional, kemudian masuk ke permukiman warga,” tutur Nur Salim, warga Mangkang Wetan, dilansir dari Jawa Pos Radar Semarang kemarin. Kondisi serupa terjadi di jalur pantura Semarang–Demak.

Banjir juga terjadi di wilayah dalam kota. Misalnya, di kawasan Kota Lama. Akses menuju kawasan itu seperti Jalan Soekarno-Hatta dan area Museum Bubakan digenangi banjir cukup tinggi. Ruas-ruas jalan utama juga banjir. Misalnya, Jalan Gajah Mada, Ahmad Yani, hingga kawasan Simpang Lima. Stasiun Tawang tak ketinggalan terendam banjir hingga memaksa perjalanan kereta api dialihkan ke jalur selatan.

Baca juga: BMKG: Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jakarta

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Winarsono mengungkapkan, ada sepuluh kecamatan di Kota Semarang yang terimbas banjir. Yakni, Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Ngaliyan, Pedurungan, Semarang Timur, Gayamsari, dan Genuk. “Ketinggian banjir bervariasi, mulai setengah meter sampai satu meter. Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi, hingga masuk ke permukiman warga,” katanya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Pihaknya telah menurunkan petugas ke lapangan. Juga mengirimkan perahu karet dan mendirikan dapur umum di Mangkang Wetan, Wonosari Ngaliyan, dan Gayamsari. Perahu karet digunakan untuk mengevakuasi warga yang wilayah tempat tinggalnya terendam banjir lebih dari satu meter.

Selain banjir, kata Winarsono, sedikitnya ada lima titik tanah longsor. Yakni, di Bringin Ngaliyan, Jomblangsari, Wologito, Cinde Raya, dan Genuk Krajan. Petugas terus berupaya melakukan evakuasi.

Baca juga: Satu Korban Longsor di Kota Semarang Kembali Ditemukan

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu telah memerintah dinas terkait untuk menentukan penanganan kepada korban banjir.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : den/c17/fal

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads