
PEMERIKSAAN: Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma
JawaPos.com - Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo selama lebih kurang 6,5 jam, Kamis (7/2). Selama pemeriksaan tersebut, Slamet mengaku dicecar dengan 57 pertanyaan oleh penyidik polresta Solo.
Meski begitu, Slamet meyakini bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran kampanye seperti yang ditudingkan oleh pelapor. "Alhamdulillah tadi sudah diperiksa, dan ada 57 pertanyaan yang diberikan kepada saya. Saya jawab satu persatu," ungkapnya kepada JawaPos.com usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo, Kamis (7/2).
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menyampaikan, pada intinya pertanyaan yang diajukan saat pemeriksaan adalah mengenai organisasi PA 212. Selain itu, juga mengenai isi tausiah yang disampaikan saat Tablig Akbar PA 212 yang diadakan di Solo, Minggu (13/1) lalu.
Dan saat menghadiri Tablig Akbar PA 212, dirinya hadir sebagai Ketum PA 212 dan juga ulama. Dirinya diundang sebagai pembicara untuk memberikan ceramah. "Kalau dikaitkan dengan Undang-Undang Pemilu tentang pengertian kampanye, saya tidak pernah melakukan kampanye. Karena saya tidak menyampaikan visi dan misi program Paslon," ungkapnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, Slamet menyampaikan, pihak penyidik juga sempat memperlihatkan rekaman video saat dirinya memberikan tausiah kepada peserta. Menurutnya, isi dari ceramahnya itu merupakan kalimat yang mudah dipahami dan dicerna oleh siapa pun. "Dan saya tidak pernah menyebut nama Paslon mana pun," imbuhnya.
Slamet juga menyinggung soal kasus pelanggaran kampanye yang pernah terjadi di kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Tapi waktu itu kasus dugaan pelanggaran itu akhirnya dihentikan karena memang belum ada jadwal resmi pengaturan waktu dan tempat kampanye.
"Saya sampaikan (kasus) itu menjadi pertimbangan penyidik, artinya hukum harus adil harus sama dengan yang lain," pungkas Slamet.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
