JawaPos Radar

Timbun Lahan Serapan Air, Ratusan Warga Serbu Kantor BP Batam

06/08/2018, 12:41 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Warga Batam Demo
Ratusan Warga Tiban Koperasi, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan aksi demo kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (6/8). (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ratusan Warga Tiban Koperasi, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan aksi demo kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (6/8). Mereka menuntut BP Batam agar menggali ulang kolam serapan air untuk warga.

Sebelumnya, kolam serapan air ini ditimbun untuk dijadikan lahan koperasi karyawan BP Batam oleh PT Glory Point. Akibat pembangunan tersebut rumah warga Tiban Koperasi terkena banjir karena tidak ada lagi lahan serapan air.

Yang terbaru adalah banjir pada Rabu (25/7) lalu, menyebabkan sekitar 48 rumah warga dan sekolah yang ada di kawasan tersebut kebanjiran cukup parah. Bahkan ada rumah warga yang terkena banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Ketua RW 06 yang membawahi kawasan Tiban Koperasi, Mustagfirin mengatakan aksi ini adalah bentuk protes yang kesekian kalinya terhadap kebijakan BP Batam Yang dinilai tidak memenuhi berbagai unsur. Tetutama kajian lingkungan yang justru menyebabkan perumahan warga kebanjiran.

"Pengalokasian lahan ini tidak menengok tata ruang, kita menuntut kolam yang ditimbun digali kembali," kata Mustagfirin di lokasi aksi.

Dalam aksinya, warga juga membawa barang-barang perabotan milik warga yang rusak karena banjir tersebut. Perabotan seperti lemari, meja, dan peralatan elektronik nampak tertumpuk di dalam truk yang berada di depan kantor BP Batam.

Mustagfirin melanjutkan, suara masyarakat menentang penutupan kolam ini sejatinya sudah disampaikan sejak dua tahun lalu. Namun BP Batam tetap memberikan izin untuk membangun lahan koperasi karyawan BP Batam tersebut.

Warga yang mengalami musibah ini, lanjut Mustagfirin juga sama sekali tidak mendapatkan simpati dari BP Batam atas musibah yang BP Batam sebabkan.

Terkait solusi yang mungkin didapat, Mustagfirin mengatakan bahwa solusinya adalah memgembalikan kolam yang saat ini telah ditimbun. Karena memang dari kajian yang mereka lakukan kolam ini memiliki peran strategis dalam menyerap air hujan.

"Berpuluh-puluh tahun kita tinggal di sini tak pernah banjir, sejak kolam ditimbun, kita langsung banjir bahkan membahayakan warga. Tuntutan kita tetap kembalikan kolam kami," kata Mustagfirin.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up