
ILUSTRASI: Jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk Jawa Tengah, utamanya dari Tiongkok meroket. Bahkan pada awal 2018, mencapai 14 ribu orang, atau naik 5 kali lipat dibanding 2017 silam.
JawaPos.com - Adanya temuan 10 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) membuat Badan Pemenangan Prabowo-Sandi geram. Temuan itu membuat mereka semakin memperkuat sikap untuk mengupas tuntas masalah DPT.
"Pertama, semakin perkuat sikap kami untuk kupas tuntas DPT. Bahwa kami diincar dari segala kemungkinan untuk membendung kemenangan 02 yang sudah tidak lagi bisa dihambat," kata Ketua Badan Pemenangan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Dharma Setiawan, Selasa (5/3) malam.
Upaya membendung suara itu, karena posisi Capres nomor urut 02, bulan ini unggul. "Bulan ini posisi kami crossing the line dan berbalik unggul. Tentu mempertahankan posisi ini tidak mudah," katanya.
Kedua, sikap dari BPN Prabowo-Sandi di DIJ atas temuan adanya WNA masuk DPT dirasa sangat menyinggung kedaulatan negara yang merdeka. Karena bangsa sendiri telah diinjak-injak oleh bangsa asing.
"Dulu kami persoalkan masuknya begitu banyaknya tenaga kerja asing dan Jokowi menolak dan menghindar dengan bermacam alasan. Lalu sekarang mereka (WNA) sudah menerjang lebih dalam lagi. Bukan hanya kesempatan kerja yang mereka rebut dan duduki, bahkan DPT sudah mereka rebut dan duduki," katanya.
Lanjut Dharma, ia ingin mengingatkan bahwa pendiri bangsa merebut kemerdekaan dengan keringat dan darah. Untuk itu jangan demi kemenangan Pilpres maupun Pileg, kedaulatan bangsa digadaikan.
"Saya mau mengingatkan pihak sebelah, bahwa founding fathers ini merebut kemerdekaan dengan keringat dan darah. Janganlah demi kemenangan Pilpres dan Pileg, kemudian kedaulatan ini digadaikan. Sadar, sadar," cetusnya.
Terpisah, Bambang Praswanto, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Tingkat DIJ mengatakan, atas temuan adanya WNA masuk DPT itu menurutnya tinggal dicoret saja. "Ya kalau memang WNA ya dicoret oleh KPU DIJ. Gitu aja kok repot," ucapnya.
Sebelumnya, Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar-lembaga Bawaslu DIJ, Amir Nasiruddin mengatakan 10 WNA temuan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pusat.
"Jadi di Yogyakarta ada 10 sementara temuan WNA ada di DPT," ujar Amir di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Selasa (5/3).
Dari 10 DPT itu di antaranya adalah tujuh WNA di daerah Bantul. Kemudian tiga di Gunung Kidul. Sehingga dari 10 WNA itu di luar temuan dari KPU pusat yang berjumlah 103.
Dia mengaku belum mengetahui alasan kenapa 10 WNA itu bisa terdaftar di DCT. Namun dia menduga arena adanya kesalahan dari petugas di lapangan pada saat pendataan

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
