Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Maret 2019 | 09.05 WIB

Soal Temuan 10 WNA Masuk DPT di Jogja, Ini Tanggapan Tim Prabowo

ILUSTRASI: Jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk Jawa Tengah, utamanya dari Tiongkok meroket. Bahkan pada awal 2018, mencapai 14 ribu orang, atau naik 5 kali lipat dibanding 2017 silam. - Image

ILUSTRASI: Jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk Jawa Tengah, utamanya dari Tiongkok meroket. Bahkan pada awal 2018, mencapai 14 ribu orang, atau naik 5 kali lipat dibanding 2017 silam.

JawaPos.com - Adanya temuan 10 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) membuat Badan Pemenangan Prabowo-Sandi geram. Temuan itu membuat mereka semakin memperkuat sikap untuk mengupas tuntas masalah DPT.


"Pertama, semakin perkuat sikap kami untuk kupas tuntas DPT. Bahwa kami diincar dari segala kemungkinan untuk membendung kemenangan 02 yang sudah tidak lagi bisa dihambat," kata Ketua Badan Pemenangan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Dharma Setiawan, Selasa (5/3) malam.


Upaya membendung suara itu, karena posisi Capres nomor urut 02, bulan ini unggul. "Bulan ini posisi kami crossing the line dan berbalik unggul. Tentu mempertahankan posisi ini tidak mudah," katanya.


Kedua, sikap dari BPN Prabowo-Sandi di DIJ atas temuan adanya WNA masuk DPT dirasa sangat menyinggung kedaulatan negara yang merdeka. Karena bangsa sendiri telah diinjak-injak oleh bangsa asing.


"Dulu kami persoalkan masuknya begitu banyaknya tenaga kerja asing dan Jokowi menolak dan menghindar dengan bermacam alasan. Lalu sekarang mereka (WNA) sudah menerjang lebih dalam lagi. Bukan hanya kesempatan kerja yang mereka rebut dan duduki, bahkan DPT sudah mereka rebut dan duduki," katanya.


Lanjut Dharma, ia ingin mengingatkan bahwa pendiri bangsa merebut kemerdekaan dengan keringat dan darah. Untuk itu jangan demi kemenangan Pilpres maupun Pileg, kedaulatan bangsa digadaikan.


"Saya mau mengingatkan pihak sebelah, bahwa founding fathers ini merebut kemerdekaan dengan keringat dan darah. Janganlah demi kemenangan Pilpres dan Pileg, kemudian kedaulatan ini digadaikan. Sadar, sadar," cetusnya.


Terpisah, Bambang Praswanto, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Tingkat DIJ mengatakan, atas temuan adanya WNA masuk DPT itu menurutnya tinggal dicoret saja. "Ya kalau memang WNA ya dicoret oleh KPU DIJ. Gitu aja kok repot," ucapnya.


Sebelumnya, Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar-lembaga Bawaslu DIJ, Amir Nasiruddin mengatakan 10 WNA temuan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pusat.
"Jadi di Yogyakarta ada 10 sementara temuan WNA ada di DPT," ujar Amir di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Selasa (5/3).


Dari 10 DPT itu di antaranya adalah tujuh WNA di daerah Bantul. Kemudian tiga di Gunung Kidul. Sehingga dari 10 WNA itu di luar temuan dari KPU pusat yang berjumlah 103.


Dia mengaku belum mengetahui alasan kenapa 10 WNA itu bisa terdaftar di DCT. Namun dia menduga arena adanya kesalahan dari petugas di lapangan pada saat pendataan

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore