
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses obser
JawaPos.com - Kondisi Marina Febriana Chariah,19, masih terus dipantau Pemkot Balikpapan. Warga Kota Minyak yang menempuh pendidikan kedokteran Hubei Minzu University, Kota Enshizhou, Hubei, itu satu di antara 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Tiongkok, Senin (3/2) lalu. Dan kini masih menjalani karantina di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan anak dari pasangan Umar Baki dan Rina Karmila itu. Sembari melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap alumnus SMP 1 Balikpapan itu.
“Nanti kami lihat prosedurnya bagaimana. Akan tanya dulu ke Kemenkes. Kalau misalnya ada di Natuna, sudah 14 hari apakah dijemput atau bagaimana,” ucapnya seperti dikutip Kaltim Post (Jawa Pos Goup), Kamis (6/2).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menambahkan, informasi terakhir yang diterima dari orangtuanya, menyatakan Marina dalam kondisi sehat. Pihaknya terus melakukan koordinasi dan masih menunggu perkembangan dari Kemenkes terhadap WNI yang menjalani karantina di Natuna. Pasalnya, masa inkubasi virus corona adalah 14 hari.
“Jika memang ada satu warga kita di sana dan dipulangkan setelah masa inkubasi berarti kondisinya sehat. Tidak ada perlakukan khusus, karena kalau dipulangkan sudah pasti diyakini sehat dan kami enggak bisa mengisolasinya lagi,” terang perempuan berkacamata itu.
Dijadwalkan hari ini, pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi penanganan virus corona di Diskes Kaltim. Sejumlah konsultasi masyarakat yang diterima pada posko pengaduan bakal menjadi bahan untuk dibahas dalam rakor tersebut.
Seperti banyaknya pertanyaan warga yang baru pulang dari luar negeri yang ingin mendapatkan vaksin dan obat khusus untuk mencegah penyebaran virus corona. Karena tidak ada vaksin dan obat khusus untuk virus tersebut. “Vaksinnya memang belum ada. Kalau ada indikasi pilek dan batuk, ya kami berikan obat untuk itu,” ucap Sri.
Selain itu, banyak warga Balikpapan yang menanyakan perihal surat keterangan kesehatan bebas virus corona. Karena beberapa kedutaan di luar negeri, meminta persyaratan tersebut sebelum menerima WNI asal Balikpapan. “Itu juga tidak ada. Karena surat kesehatan bebas dari virus corona diterbitkan laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslibangkes),” jelas dia. Diketahui, jarak Kota Enshizhou ke Wuhan memerlukan waktu sekitar 7 jam.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
