Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Oktober 2021 | 01.28 WIB

Empat Orang Dilaporkan Hilang setelah Banjir dan Longsor di Luwu

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Empat orang dilaporkan hilang setelah bencana banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 3 Oktober. Hal tersebut berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu yang diterima di Makassar pada Senin (4/10).

”Tim terpadu Basarnas, TNI, Polri, bersama potensi SAR sedang melakukan pencarian terhadap korban. Semoga hari ini (4/10) bisa kami temukan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Djunaedi seperti dilansir dari Antara.

Hujan menyebabkan bencana banjir di Kecamatan Walenrang, Walenrang Utara, Walenrang Timur, dan Lamasi Timur di Kabupaten Luwu pada 3 Oktober. Selain itu, hujan deras memicu tanah longsor di Desa Ilanbatu, Kecamatan Walenrang Barat.

Longsoran tanah menimpa satu rumah dan satu musala serta menyebabkan jalan alternatif dari Batustanduk menuju Tator tertimbun di desa itu. Akibat bencana itu, empat orang dilaporkan hilang, yakni Amman, 16; Topan, 11; Iman, 7; dan Purqan, 4. Bencana banjir dan tanah longsor di Luwu juga mengakibatkan 15 orang terluka.

Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar mengirimkan tim penyelamat untuk membantu warga korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. ”Dengan melihat kondisi di sana, tim rescue kami turunkan hari ini (4/10) untuk bersama-sama dengan tim lain membantu warga,” ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Dia sangat prihatin dan berduka atas bencana alam banjir bandang hingga satu meter lebih dan musibah tanah longsor mengakibatkan korban jiwa di wilayah Kabupaten Luwu. ”Duka Luwu duka kita semua. Pemerintah Kota Makassar turut prihatin atas musibah tersebut,” papar Ramdhan Pomanto.

Sekretaris Dinas Damkar Makassar Hasanuddin menambahkan, tim yang diturunkan satu regu terdiri atas 10 orang personel akan menuju Kabupaten Luwu dan selanjutnya akan menyusul regu lain dengan melihat kebutuhan serta kondisi yang ada.

”Ini adalah panggilan kemanusiaan, hari ini kita melihat duka yang sedang menimpa saudara kita di Luwu. Satu regu tanpa batas waktu kami lepas dan jika masih dibutuhkan akan kami kirim lagi regu lain untuk bergabung,” papar Hasanuddin.

Bencana alam, banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Luwu, pada Minggu (3/19). Bencana tersebut disebabkan meluapnya Sungai Lamasi karena intensitas hujan cukup tinggi, ditambah air laut pasang di wilayah setempat.

Ratusan unit rumah terdampak bencana alam banjir bandang disertai tanah longsor pada enam kecamatan, wilayah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Senin (4/10), tercatat 237 unit rumah terendam air setinggi antara 50 hingga 100 sentimeter di Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lamasi dan Lamasi Timur.

Korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor sebanyak 127 jiwa. Empat korban masih dicari tim penyelamat. Sebanyak 27 warga mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 warga mengungsi di masjid di Kecamatan Walenrang Timur. Selain itu, ada 12.000 jiwa masih terisolir di Kecamatan Walenrang Barat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore