Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Januari 2019 | 02.31 WIB

Dhaup Ageng, Wejangan Calon Pengantin dari Naskah-naskah Kuna

PERSIAPAN: Sejumlah abdi dalem tengah mempersiapkan keperluan Dhaup Ageng Pura Pakualaman, Jumat (4/1). - Image

PERSIAPAN: Sejumlah abdi dalem tengah mempersiapkan keperluan Dhaup Ageng Pura Pakualaman, Jumat (4/1).

JawaPos.com - Salah satu prosesi acara Dhaup Ageng Pura Pakualaman, pernikahan putra dari Paku Alam X yakni Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro dengan Maya Lakshita Noorya berupa wejangan atau nasehat. Pemberian wejangan kepada calon pengantin itu diambil dari naskah-naskah kuna berusia ratusan tahun yang selama ini tersimpan di Perpustakaan Pura Pakualaman.


Abdi Dalem Pura Pakualaman, Nyi MT. Sestrorukmi atau Sri Ratna Saktimulya mengatakan, wejangan itu di naskah kuna dari Paku Alam I. "Tradisi wejangan dilakukan pada saat Midodareni. Pihak kakung (pria) diberi wejangan dan pihak putri juga ada wejangan," katanya, saat konferensi pers di Media Center Pura Pakualaman Jogjakarta, Jumat (4/1).


Calon pengantin putri diberi wejangan dari naskah Piwulang Estri. Di dalamnya berisi tentang bagaimana idealnya perempuan itu ketika sudah menikah. "Mengenai kodrat perempuan harus bagaimana itu juga ada di dalam naskah," katanya.


Lanjut penulis buku Dhaup Ageng itu, calon pengantin putra juga mendapat nasehat. Mengenai bagaimana tanggung jawab terhadap istrinya nanti. "Tanggung jawabnya seperti apa, itu ada," ujarnya.


Wejangan terhadap 2 calon pengantin itu juga ada di naskah Ki Sarahmadu Brajamakutha, tahun pembuatan tahun 1848. Merupakan naskah nasehat dari Paku Alam I kepada putranya, Paku Alam II.


"Kutipannya, jika sepasang anak manusia telah dipersatukan dalam suatu pernikahan, keduanya harus bahu-membahu. Sepanjang hayatnya harus saling menguatkan baik dalam suka maupun duka," katanya.


Wejangan ini dilakukan di sela prosesi Midodareni pada Jumat (4/1) malam. Untuk calon pengantin putri di Kagungan Dalem Kepatihan Pakualaman. Sedangkan calon pengantin putra di Kagungan Dalem Pracimasana Pura Pakualaman.


Sementara, Tim Pranata Lampah-lampah Dhaup Ageng, M.Ng. Citropanambang menambahkan, untuk malam Midodareni ini juga ada prosesi Tantingan. Berupa pemantapan niat yang dilakukan oleh orang tua dari kedua calon pengantin. Pemantapan niat ini sebelum prosesi Wejangan.


"Besok pagi (Sabtu, 5/1) dilakukan Upacara Akad Nikah di Kagungan Dalem Masjid Agung Kadipaten Pakualaman," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore