
Imam Hariyanto (tengah) memamerkan ikan Arapaima temuannya di Sungai Rolak, Gunungsari, Surabaya.
JawaPos.com - Penemuan ikan Arapaima tak hanya menghebohkan warga Mojokerto. Hal serupa juga terjadi di sungai Rolak, Gunungsari, Surabaya. Warga setempat menemukan ikan predator asal Sungai Amazon tersebut.
Tak pelak, ikan yang ditemukan warga tersebut mengundang perhatian banyak pihak. Sejumlah petugas dari Polda Jatim, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur (Jatim) dan beberapa anggota lembaga swadaya masyarakat membantu mengungsikan ikan itu.
Kepala BBKSDA Jatim Nandang Prihadi mengatakan, pihaknya sudah mengamankan ikan Arapaima. Kini, spesies ikan predator asal Amazon tersebut sudah diungsikan ke Balai Konservasi Ikan Kelas I Juanda.
"Ikan itu kami ungsikan dan pelihara di Balai Konservasi Ikan Kelas I Juanda. Karena balai itu punya fasilitasnya," kata Nandang saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (3/7).
Ikan predator itu diperkirakan berbobot 30 kg dengan panjang sekitar 1,4-1,5 meter. Rencananya, ikan akan dimusnahkan. "Ya, mungkin dimakan seperti ikan biasa. Karena memang layak konsumsi," ujar Nandang.
Arapaima merupakan spesies yang dilarang masuk ke Indonesia. Aturannya termuat dalam Peraturan Menteri (PM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2014 dan Peraturan Menteri (PM) Kehutanan tahun 2016.
Nandang tidak dapat menjelaskan bagaimana Arapaima dapat berenang hingga ke Sungai Rolak. Dia menghimbau jika ada warga yang menemukan atau memelihara, harap segera menyerahkan ke BBKSDA atau Balai Konservasi Ikan kelas I Juanda. "Sesuai arahan dari Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, ikan itu harus dimusnahkan," tegasnya.
Kasie Pengawasan Balai Besar Konservasi Ikan Surabaya Wiwit Supriyono menambahkan, ikan itu diduga berasal dari Mojokerto. Ikan dilepaskan seorang pemilik penangkaran 16 Arapaima beberapa waktu lalu.
"Pemilik penangkaran sudah diproses kepolisian. Saat ini kami sedang menunggu perintah pemusnahan dari pemerintah pusat. Setelah itu, dagingnya akan kami bagikan ke warga," tutur Wiwit.
Salah seorang warga bernama Imam Hariyanto mengaku menemukan ikan itu saat memancing di bawah jembatan di Sungai Rolak sekitar pukul 05.30 WIB. Karena panjang dan bobotnya yang cukup berat, dia pun meminta warga membantu mengangkat ikan dari air.
Imam juga melapor ke polisi setempat yang kemudian diteruskan ke sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan BBKSDA. Ikan itu lalu ditampung di penampungan ikan milik warga.
Namun penampungan tersebut juga berisi sejumlah ikan peliharaan lain. Arapaima yang merupakan spesies predator, langsung memangsa habis semua ikan di penampungan. "Kemudian warga menyerahkan ikannya ke pihak berwajib karena takut masalah hukum," terang Imam.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
