Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Mei 2018 | 08.11 WIB

Selamatkan Ekosistem Terumbu Karang dari Ancaman Reklamasi

Pantai tiga warna indah luar dalam, selain permukaan pantai yang menawan, keindahan bawah airnya juga sayang untuk ditinggalkan. Terumbu karang yang pelan pelan pulih menjadi taman bermain untuk ikan karang. - Image

Pantai tiga warna indah luar dalam, selain permukaan pantai yang menawan, keindahan bawah airnya juga sayang untuk ditinggalkan. Terumbu karang yang pelan pelan pulih menjadi taman bermain untuk ikan karang.

JawaPos.com - Kondisi terumbu karang di kawasan konservasi Pulau Sangiang, Banten makin mengkhawatirkan. Para pegiat ekosistem laut berupaya mencari solusi agar kondisinya tidak semakin parah.


Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) Riki Frindos mengatakan, terumbu karang di pulau-pulau kecil Indonesia harus diselamatkan. Berdasarkan hasil survei baseline tutupan terumbu karang ditemukan adanya sedimentasi dan deposit sampah di dasar perairan pulau. Diduga akibat sedimentasi, limbah, serta pembuangan jangkar.


Pada banyak lokasi ditemukan karang keras yang sudah mati dan stres. Hal tersebut diduga karena karang mengalami bleaching atau memutih akibat lingkungan yang berubah. Perubahan lingkungan itu bisa dipicu oleh aktivitas industri, wisata, reklamasi, dan pembangunan di kawasan pesisir.


Hasil riset itu menunjukkan, peningkatan aktivitas wisata bahari di pulau kecil dengan memanfaatkan jasa ekosistem terumbu karang belum dibarengi dengan kesadaran pelaku wisata dan wisatawan dalam memelihara ekosistem yang ada.


Untuk menyelamatkan terumbu karang ini, khususnya di Pulau Sangiang, KEHATI menggandeng PT Asahimas Chemical, sebuah perusahaan produsen PVC. Produk PVC dariPT Asahimas Chemical merupakan material plastik yang aman untuk ekosistem laut.


"Rehabilitasi karang di Pulau Sangiang dalam kerangka program save our small islands (SOSIS) yang diinisiasi KEHATI. Tujuan dari program tersebut adalah untuk menyelamatkan pulau-pulau kecil di Indonesia," ujar Riki Frindos, Rabu (2/5).


Lebih jauh dikatakannya, program rehabilitasi ekosistem terumbu karang di Pulau Sangiang dilakukan sebagai respons terhadap kerusakan ekositem terumbu karang di pulau tersebut.


Sebab perahu wisata sering membuang jangkar di rerataan terumbu. Wisatawan belum menerapkan pariwisata yang bertanggung jawab dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore