
CURHAT: Jokowi memberikan sambutan kepada relawan Sekabel, di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah ( Jateng), Minggu (3/2).
JawaPos.com - Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menghadiri deklarasi relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi yang diadakan di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (3/2). Di hadapan ribuan relawan yang hadir, Jokowi menceritakan bahwa selama empat tahun memimpin Indonesia dirinya terus mendapatkan gempuran dari berbagai penjuru.
"Empat tahun ini saya diam, tidak menjawab. Karena saya hanya ingin bekerja dari pagi sampai pagi. Tapi sudah saatnya saya menjawab, jangan sampai karena saya sabar terus dihina, dimaki dan direndahkan. Dipikirnya saya penakut?," tegas Jokowi di hadapan ribuan relawan.
Sudah berkali-kali, lanjut Jokowi, dirinya menyampaikan bahwa tidak pernah ada rasa takut sekecil apapun yang hinggap di hatinya untuk kepentingan bangsa, rakyat dan negara. "Tidak ada rasa takut," ucapnya.
Beberapa kali isu juga dilontarkan hanya untuk menjatuhkan dirinya. Seperti, saat ada yang menyebut dirinya sebagai antek Asing. Jokowi pun menjelaskan, bahwa tuduhan tersebut sangat tidak benar.
Dirinya merinci kinerja pemerintah selama ini berhasil mengambil alih sejumlah aset. Seperti saat tahun 2015, bahwa Blok Mahakam yang sudah lebih dari 50 tahun dikelola oleh Perancis dan Jepang berhasil diambil kembali. "Lalu antek asingnya dimana?," imbuhnya.
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan, mengenai pengambilalihan blok rokan yang sebelumnya dikelola oleh Chevron Amerika Serikat. Dan sekarang dimenangkan oleh Pertamina dan 2018 ini sudah 100 persen. "Begitu dibilang antek asing. Lalu Freeport yang sudah 40 tahun lebih dikelola oleh PT Freeport -McMoran pada akhir 2018 sudah berhasil diambil 51,2 persen," katanya.
Jokowi juga mengatakan, apa yang dilakukan pemerintah dalam mengambil alih tersebut bukan hal mudah. Banyak tekanan dan juga intrik politik yang harus dilalui. Tekanan datang dari berbagai sisi. "Dari atas, dari bawah, dari kanan, dari kiri, untuk saya kurus jadi tidak terasa, " guraunya disambut tawa para tamu undangan.
Selain itu, juga soal adanya tudingan bahwa dirinya adalah seorang PKI. Jokowi pun menjelaskan, bahwa dirinya lahir pada tahun 1961 sedangkan PKI sudah dibubarkan pada tahun 1965-1966. "Masak ada PKI balita. Soal anti ulama dan anti Islam itu, saya setiap minggu keluar masuk pondok. Siapa yang menandatangani Hari Santri?. Kalau mau diceritakan soal (fitnah) sehari tidak akan rampung," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
