
Gunung Api Ili Lewotolok mengeluarkan material vulkanik erupsi di Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (29/11). Aken Udjan/Antara
JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, Gunung Api Ili Lewotolok kembali erupsi. Senin (30/11) pukul 23.20 wita, Gunung Ili Lewotolok mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 700 meter dari atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut.
Berdasar hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi tersebut terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dengan durasi kurang lebih 2 menit 25 detik. Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok juga melaporkan adanya suara gemuruh saat terjadi erupsi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan kenaikan status Gunung Ili Lewotolok menjadi level III atau siaga setelah terjadi erupsi dan adanya peningkatan aktivitas gunung api pada Ahad (29/11). Dengan penetapan status gunung tersebut, PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya pada radius 4 kilometer dari puncak.
Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, telah menetapkan status darurat bencana di daerah itu akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok. Ribuan warga mengungsi ke Kota Lewoleba ibu kota kabupaten tersebut. ”Status darurat bencana sudah kita tetapkan sejak hari pertama status siaga. Jadi saat ini Lembata dalam keadaan darurat bencana,” kata Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur seperti dilansir dari Antara pada Senin (30/11).
Dia menambahkan, terkait status darurat bencana tersebut juga, sudah disampaikan ke Gubernur NTT Victor B. Laiskodat. Saat ini pengungsi sudah dievakuasi dari 28 desa di bawah kaki lereng Gunung Ili Lewotolok. Mereka ditempatkan di tujuh titik lokasi pengungsian yang sudah dibangun tenda oleh BPBD, TNI, serta Polri.
”Saat ini BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan evakuasi terhadap warga di kaki gunung itu,” tutur Eliyaser Yentji Sunur.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata dibantu tim gabungan dari instansi dan unsur terkait lainnya mengevakuasi para warga yang tinggal dalam kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Ili Lewotolok. Berdasarkan laporan yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin pukul 22.00 WIB, ada sebanyak 4.628 jiwa yang telah dievakuasi di 7 titik pengungsian.
Adapun sebaran pengungsian tersebut meliputi Kantor Bupati lama sebanyak 3.672 jiwa, Aula Ankara 148 jiwa, Kelurahan Lewoleba Tengah 140 jiwa, Tapolangu 287 jiwa, Desa Baopana 15 jiwa, kantor BKD PSDM 338 jiwa dan Lapangan Harnus ada sebanyak 28 jiwa. Belum ada laporan mengenai korban jiwa yang meninggal atas peristiwa tersebut. Hingga saat ini, kebutuhan mendesak meliputi tenda pengungsian, air dan sanitasi, kebutuhan bayi dan balita, masker, selimut, alas tidur, terpal dan dukungan relawan untuk anak-anak.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=s3QNC_wqZPw

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
