
EVAKUASI: Tim evakuasi gabungan saat memasukan jenazah salah satu pendaki asal Makassar, Muhammad Ainul Muksin yang meninggal di Gunung Rinjani pascagempa ke kantong mayat.
JawaPos.com - Sebanyak 1.226 pendaki Gunung Rinjani, Lombok, berhasil dievakuasi. Mereka berhasil turun dengan kondisi selamat dalam beberapa gelombang.
Angka pasti ini didapatkan setelah dilakukan pencocokan data dari berbagai pihak terkait jumlah pengunjung atau pendaki yang keluar dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Pendataan ini pascagempa bumi dengan magnitude 6,4.
Sebanyak 1.226 orang, perinciannya adalah 696 orang warga negara asing (WNA) dan 530 orang warga negara Indonesia (WNI). Selain itu, satu jenazah pendaki asal Makassar yang meninggal atas nama M Ainul Taslim juga telah berhasil dievakuasi oleh tim evakuasi gabungan.
Kepala Pusat Informasi Data dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan, gelombang evakuasi dilakukan selama tiga hari. Minggu (29/7) sebanyak 669 orang. Rinciannya, 507 orang WNA dan 162 orang WNI berhasil dievakuasi.
Kemudian, Senin (30/7) sebanyak 543 orang pengunjung yaitu 189 orang WNA dan 354 orang WNI dievakuasi Tim Evakuasi Gabungan. Semua menggunakan jalur darat.
Selanjutnya pada Selasa (31/7) dievakuasi 14 orang WNI dan 1 jenazah pendaki asal Makassar yang diduga meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran bebatuan ketika beranjak dari Danau Segara Anak saat gempa bumi.
"Semua kami evakuasi dengan jalur darat," ujarnya seperti rilis yang diterima JawaPos.com, pada Selasa (31/7) malam.
Dia melanjutkan, tiga helikopter milik BNPB, TNI AD dan PT AMNT disiapkan untuk evakuasi korban. Evakuasi yang berlangsung pada Selasa (31/7) pagi, tiga orang WNI dievakuasi menggunakan helikopter karena korban masih trauma dengan guncangan gempa dan pertimbangan kondisi kesehatan.
Helikopter berhasil evakuasi tiga orang dan mendarat di Sembalun pada pukul 09.39 WITA. Satu jenazah dievakuasi dengan helikopter dan mendarat di Lapangan Camat Sembalun pada pukul 11.25 WITA.
"Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mataram. Sedangkan 11 orang WNI dievakuasi melalui jalur darat. Dipandu oleh Tim Evakuasi Gabungan. Semuanya tiba di Posko Terpadu Sembalun dengan selamat," tegasnya.
Sebanyak 244 orang Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BTNGR, TNI, Polri, Dalmas, Mapala, tenaga medis, SAR Unit, dan relawan telah mengevakuasi semua pengunjung dari kawasan TNGR.
Menurut laporan dari BTNGR, saat ini kawasan TNGR telah kosong dari pengunjung. “Artinya sudah tidak ada pengunjung yang berada di kawasan TNGR. Semua pengunjung dari mancanegara telah dievakuasi dengan selamat," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
