Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 01.22 WIB

Niat Resign Sebagai Bank Keliling, Pria di Tangerang Disiksa dan Dilecehkan 5 Jam oleh Rekan Kerja

Seorang pria berinisial PG, 25, alami kekerasan dan pelecehan ketika mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai bank keliling atau rentenir di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. (Istimewa) - Image

Seorang pria berinisial PG, 25, alami kekerasan dan pelecehan ketika mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai bank keliling atau rentenir di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. (Istimewa)

JawaPos.com - Niat seorang pria berinisial PG, 25, untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai bank keliling atau rentenir, justru berujung pada tindakan penganiayaan berat dan pelecehan seksual. 

Kasus penyiksaan brutal yang berlangsung selama lebih dari lima jam ini diduga dilakukan oleh lima orang rekan kerjanya di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Peristiwa kelam tersebut terjadi pada 28–29 Juli 2026. Korban disekap dan disiksa secara brutal sejak pukul 23.00 WIB hingga 04.30 WIB di rumah yang difungsikan sebagai kantor operasional tempatnya bekerja.

Kronologi Penganiayaan Usai Mengajukan Resign

Kuasa hukum korban, Risman Harefa, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat PG mendatangi atasannya untuk menyerahkan surat pengunduran diri sekaligus mengembalikan seluruh aset milik perusahaan. Namun, bukannya diizinkan pulang, korban justru ditahan secara sepihak.

"Korban mengundurkan diri, menyampaikan kepada bosnya dan mengembalikan aset. Namun saat itu bosnya tidak langsung menerima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain sambil mereka mengonsumsi minuman keras," ujar Risman saat diwawancarai di Mapolresta Tangerang, Senin (3/8).

Situasi memburuk setelah para terlapor berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Tanpa alasan yang jelas, korban langsung dijadikan sasaran pengeroyokan oleh rekan-rekan kerjanya tersebut.

Alami Luka Berat dan Dugaan Pecah Pembuluh Darah Otak

Akibat tindakan kekerasan bertubi-tubi itu, korban mengalami luka fisik yang sangat serius di sekujur tubuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, terdapat indikasi trauma berat pada bagian kepala korban.

"Lukanya di sekujur tubuh, seluruh badannya memar. Dari kepala juga berpotensi ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil menurut dokter. Bekas-bekas luka masih terlihat di badan dan tangan," kata Risman.

Tak berhenti pada kekerasan fisik, para pelaku juga melancarkan aksi pelecehan seksual yang tergolong sadis. Korban ditelanjangi dan diancam dengan senjata tajam agar menuruti perintah pelaku.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore