
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lahan seluas 100 hektar di Pusat Olah Organik (POO) Ciangir, Kabupaten Tangerang. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat cadangan pangan wilayahnya. Lahan seluas 100 hektar di Pusat Olah Organik (POO) Ciangir, Kabupaten Tangerang, kini dikembangkan menjadi kawasan terintegrasi yang menghubungkan sektor peternakan, perikanan, pertanian, hingga budidaya maggot secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi tumpuan baru Jakarta dalam memastikan pasokan bahan pokok tetap aman sekaligus memangkas ketergantungan rantai pasok konvensional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, kawasan Ciangir dirancang sebagai ekosistem saling mendukung agar mampu memberi dampak ekonomi dan ketersediaan pangan jangka panjang.
"Ciangir akan dikembangkan sebagai kawasan peternakan terintegrasi dan Pusat Olah Organik untuk memperkuat ketahanan pangan. Berbagai kegiatan di dalamnya akan saling terhubung sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan," tegas Pramono, Jumat (31/7).
Dari total luasan 100 hektar yang tersedia, pembagian pengelolaan telah dialokasikan secara spesifik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memanfaatkan lahan seluas 40 hektar, sementara Perumda Dharma Jaya mengelola area seluas 20 hektar.
Di lokasi ini, Pemprov DKI memfokuskan pengembangan pada peternakan sapi, bebek, dan ayam. Selain itu, kawasan ini juga memfasilitasi budidaya ikan, pengembangan maggot Black Soldier Fly (BSF), serta sektor pertanian terpadu.
Pramono menambahkan, proyek megapolitan ini merupakan buah dari kerja sama erat antar-daerah antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten. Selain menjamin pasokan pangan bagi kedua wilayah, proyek ini diproyeksikan membuka banyak lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif hadirnya kawasan peternakan terintegrasi ini. Pasalnya, program ini akan memberikan dampak ganda bagi masyarakat lokal.
Menurut Andra, pengembangan POO Ciangir tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan di DKI dan Banten, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
"Seperti yang pernah kita diskusi sebelumnya, bagaimana kita dengan Banten saling membutuhkan. Dan Jakarta butuh Banten, Banten juga sangat butuh Jakarta," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022