Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 05.28 WIB

3 Pekerja Kontraktor Tewas di Proyek Pipa Air, DPRD DKI: Tak Cukup Hanya Sanksi Administrasi 

Ilustrasi jenazah

 

JawaPos.com - Tiga pekerja subkontraktor ditemukan tewas di saluran gorong-gorong proyek jaringan distribusi pipa air bersih PAM Jaya, di kawasan Jalan Pintu III Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Para korban diduga tewas karena kekurangan oksigen dan terpapar gas berbahaya.
 
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Hengky Wijaya meminta agar investigasi digelar secara transparan. Perlu ada tindakan tegas kepada pihak yang bersalah bila ditemukan terjadi kelalaian.
 
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tiga nyawa melayang saat bekerja mencari nafkah untuk keluarganya, dan itu tidak boleh dianggap sebagai risiko kerja yang selesai begitu saja dengan permintaan maaf atau surat peringatan," ujar Hengky, Selasa (28/7).
 
Komisi B berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan memanggil manajemen PT Moya Indonesia selaku pelaksana proyek, bersama jajaran direksi PAM Jaya. Legislatif akan meminta keterangan dari para pihak terkait peristiwa yang terjadi.
 
 
"Kami akan panggil Moya untuk memberikan penjelasan resmi kepada Komisi B. Sebagai mitra strategis PAM Jaya dalam proyek SPAM, Moya tidak bisa hanya menyatakan keprihatinan dan melakukan evaluasi internal. Publik berhak tahu, dan DPRD punya kewajiban mengawasi bagaimana proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini dijalankan tanpa mengorbankan keselamatan pekerja," tegasnya.
 
Politikus PKB ini menilai, PAM Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perlu ikut bertanggung jawab dalam peristiwa ini. Perusahaan daerah itu perlu memastikan bahwa subkontraktor yang bekerja sama dengannya telah mengikuti standar kerja yang telah ditetapkan.
 
"PAM Jaya tidak bisa hanya melempar tanggung jawab ke subkontraktor. Sebagai pemilik proyek, PAM Jaya wajib memastikan setiap mitra kerjanya menjalankan standar K3 sesuai ketentuan yang berlaku. Surat peringatan saja tidak cukup, harus ada evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek SPAM yang melibatkan pekerjaan di ruang terbatas," jelasnya.
 
Hengky mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap sistem kerja seluruh BUMD. Sehingga, peristiwa seperti ini tidak terulang.
 
"Keselamatan pekerja adalah harga mati. Semangat kami di PKB selalu berpihak pada kaum buruh dan pekerja kecil yang sering kali menjadi pihak paling rentan dalam proyek-proyek besar. Jangan sampai target penyelesaian proyek mengorbankan nyawa manusia," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore