
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Istimewa)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh lapisan masyarakat menjaga kondusivitas dan menyikapi perselisihan dengan kepala dingin pasca-kejadian bentrokan di kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat. Insiden tragis yang dipicu persoalan sepele tersebut menelan korban jiwa hingga berujung pada penetapan tujuh orang tersangka oleh kepolisian.
Menanggapi eskalasi yang sempat memicu diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada madrasah di sekitar lokasi, Pemprov DKI Jakarta langsung berkoordinasi intensif dengan jajaran aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
Pramono Anung menegaskan, Jakarta merupakan kota yang terbuka dan keanekaragamannya wajib dijaga bersama agar tetap aman dan nyaman.
"Bahwa kemudian ada persoalan seperti di Matraman, itu adalah realitas yang ada. Tetapi saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikannya dengan kepala dingin. Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh disinformasi maupun isu liar yang berpotensi meluaskan konflik. Optimasi Satgas Jaga Jakarta, yang menyinergikan TNI, Polri, dan Pemprov DKI, juga terus disiagakan di lapangan.
Pemicu Sepele Berujung Perusakan dan Korban Jiwa
Rangkaian aksi bentrokan ini bermula saat seorang pengendara sepeda motor tidak terima ditegur warga akibat menggeber kendaraannya. Pengendara tersebut kemudian kembali bersama rekannya untuk melakukan penyisiran.
Lantaran warga yang dicari tidak ditemukan, para pelaku melampiaskan amarah dengan merusak gerobak nasi uduk milik warga setempat. Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat mengamankan para pelaku.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa delapan saksi di lokasi kejadian.
"Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu GNA, AJL, FAM, dan ELL. Keempatnya telah diamankan untuk menjalani proses hukum," jelas Budi di Jalan Matraman Dalam, Senin (27/7).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022