
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta satpam Bundaran HI tak dipecat usai tegur pengemudi Alphard. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar satpam yang terlibat perselisihan dengan pengendara mobil Alphard di kawasan Bundaran HI tidak dikenakan sanksi pemecatan. Teguran keras justru diarahkan kepada pengemudi mobil mewah yang terbukti melanggar aturan lalu lintas.
Langkah ini diambil setelah Pramono memeriksa bukti rekaman CCTV milik pemerintah yang diklaim menyimpan rekaman kejadian lebih detail ketimbang video yang beredar di media sosial.
Pramono mengaku telah menyaksikan rekaman insiden di depan area penyeberangan jalan kawasan Bundaran HI tersebut secara berulang kali. Berdasarkan data kamera pengawas milik Pemprov DKI, satpam bernama Victor itu dinilai telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik sesuai prosedur.
"Untuk nasib satpamnya, saya meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Yang bersangkutan sebenarnya justru menjalankan tugas dengan baik sekali," ujar Pramono di Balai Kota, Kamis (23/7).
Sebaliknya, analisis CCTV menunjukkan bahwa pengemudi Alphard tersebut terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas di area penyeberangan pejalan kaki (zebra cross).
Tak hanya menerobos aturan lalu lintas, Pemprov DKI Jakarta juga menerima laporan bahwa kendaraan mewah jenis Alphard tersebut terindikasi menggunakan nomor polisi tidak resmi.
"Kami mendapatkan laporan bahwa mobil tersebut menggunakan pelat palsu. Wajah pihak yang marah-marah itu juga sudah kami ketahui dengan sangat jelas dari CCTV," tegas Pramono.
Pramono meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pengendara yang terbukti bersalah dan bersikap sewenang-wenang di jalan raya agar memberikan efek jera.
"Orang yang menegur harusnya yang diberikan apresiasi, bukan sanksi. Saya sudah minta aparat penegak hukum bertindak jika ini tidak bisa diselesaikan secara baik. Jangan sampai ada pihak yang seakan-akan berkuasa padahal dia salah," tambahnya.
Di sisi lain, pihak kepolisian terus mengusut dugaan intimidasi yang dialami petugas keamanan usai menegur mobil bernomor polisi D 1828 XHQ tersebut pada Rabu (22/7) siang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022