Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 14.26 WIB

Krisis Pesisir dan Nasib Perempuan Nelayan Jadi Sorotan Konferensi Global di UKI Jakarta

Konferensi Internasional Archipelagic Flows di Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (FSB UKI). (Istimewa) - Image

Konferensi Internasional Archipelagic Flows di Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (FSB UKI). (Istimewa)

JawaPos.com - Isu keterancaman kawasan pesisir, ekologi laut, hingga marjinalisasi sosial masyarakat adat, dan perempuan nelayan, menjadi fokus utama dalam Konferensi Internasional Archipelagic Flows pada 15–18 Juli 2026.

Ajang tingkat dunia yang dihelat di Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (FSB UKI) ini mempertemukan lebih dari 350 akademisi, seniman, dan aktivis yang datang dari 35 negara. Kegiatan ini merupakan gabungan dari the 6th Critical Island Studies (CIS) dan 31st Performance Studies international (PSi) yang bekerja sama secara eksplisit dengan UKI sebagai tuan rumah. Rektor UKI, Prof. Angel Damayanti, hadir secara langsung untuk membuka gelaran internasional tersebut.

Presiden Critical Island Studies Prof. Maria Luisa Torres Reyes menegaskan, kolaborasi lintas disiplin ini bertujuan untuk merumuskan langkah konkret dalam menekan dampak buruk perubahan iklim dan degradasi sumber daya alam, khususnya di wilayah kepulauan.

"Konferensi internasional ini mempertemukan para akademisi, ahli, praktisi berbagai interdisipliner ilmu untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan dalam upaya cara menjaga keberlangsungan kelestarian alam yang ada di planet bumi," tegas Maria.

Dia menambahkan bahwa perhatian khusus tertuju pada berbagai dinamika krusial di kawasan Pesisir. Beberapa masalah tersebut di antaranya masyarakat adat di kawasan pesisir yang terusir dari tempat tinggal mereka, rusaknya terumbu karang yang berdampak terhadap ekologi laut.

"Konferensi internasional ini menyoroti pentingnya cara mengelola lingkungan terutama di wilayah kepulauan. Serta pentingnya memperjuangkan hak-hak masyarakat di wilayah pesisir pantai," lanjut Maria Luisa Torres Reyes.

Dekan FSB UKI Susanne A.H. Sitohang turut menyampaikan rasa bangga atas sinergi sivitas akademika yang sukses menghadirkan ruang dialog antarbudaya dan antarbangsa ini.

"Melalui konferensi internasional ini, setiap peserta dapat bertukar gagasan serta belajar dari perbedaan satu sama lain. Saya berharap konferensi ini dapat menjadi agen perubahan kecil yang membawa kita menuju dunia yang lebih baik," ujar Susanne.

Susanne memperkenalkan kekayaan geografis dan kultural Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan 700 bahasa daerah kepada seluruh utusan dunia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore