
Konferensi Internasional Archipelagic Flows di Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (FSB UKI). (Istimewa)
JawaPos.com - Isu keterancaman kawasan pesisir, ekologi laut, hingga marjinalisasi sosial masyarakat adat, dan perempuan nelayan, menjadi fokus utama dalam Konferensi Internasional Archipelagic Flows pada 15–18 Juli 2026.
Ajang tingkat dunia yang dihelat di Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (FSB UKI) ini mempertemukan lebih dari 350 akademisi, seniman, dan aktivis yang datang dari 35 negara. Kegiatan ini merupakan gabungan dari the 6th Critical Island Studies (CIS) dan 31st Performance Studies international (PSi) yang bekerja sama secara eksplisit dengan UKI sebagai tuan rumah. Rektor UKI, Prof. Angel Damayanti, hadir secara langsung untuk membuka gelaran internasional tersebut.
Presiden Critical Island Studies Prof. Maria Luisa Torres Reyes menegaskan, kolaborasi lintas disiplin ini bertujuan untuk merumuskan langkah konkret dalam menekan dampak buruk perubahan iklim dan degradasi sumber daya alam, khususnya di wilayah kepulauan.
"Konferensi internasional ini mempertemukan para akademisi, ahli, praktisi berbagai interdisipliner ilmu untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan dalam upaya cara menjaga keberlangsungan kelestarian alam yang ada di planet bumi," tegas Maria.
Dia menambahkan bahwa perhatian khusus tertuju pada berbagai dinamika krusial di kawasan Pesisir. Beberapa masalah tersebut di antaranya masyarakat adat di kawasan pesisir yang terusir dari tempat tinggal mereka, rusaknya terumbu karang yang berdampak terhadap ekologi laut.
"Konferensi internasional ini menyoroti pentingnya cara mengelola lingkungan terutama di wilayah kepulauan. Serta pentingnya memperjuangkan hak-hak masyarakat di wilayah pesisir pantai," lanjut Maria Luisa Torres Reyes.
Dekan FSB UKI Susanne A.H. Sitohang turut menyampaikan rasa bangga atas sinergi sivitas akademika yang sukses menghadirkan ruang dialog antarbudaya dan antarbangsa ini.
"Melalui konferensi internasional ini, setiap peserta dapat bertukar gagasan serta belajar dari perbedaan satu sama lain. Saya berharap konferensi ini dapat menjadi agen perubahan kecil yang membawa kita menuju dunia yang lebih baik," ujar Susanne.
Susanne memperkenalkan kekayaan geografis dan kultural Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan 700 bahasa daerah kepada seluruh utusan dunia.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
