Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juli 2026 | 04.54 WIB

Hasil Tangkapan Nelayan Bisa Susut hingga 50 Persen, Penggunaan Energi Bersih Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Pesisir

Hasil tangkapan ikan yang diasinkan (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Hasil tangkapan ikan yang diasinkan (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com – Keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan pasokan energi yang andal membuat masyarakat pesisir belum menikmati nilai ekonomi maksimal dari sektor kelautan. Bahkan, kehilangan hasil pascapanen di sejumlah wilayah disebut bisa mencapai 30–50 persen.

Padahal, nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2025 telah mencetak rekor sebesar US$ 6,27 miliar. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat pesisir karena masih terkendala rantai dingin, pengolahan hasil, logistik, hingga akses pasar.

Indonesia Country Lead Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP), Rizky Fauzianto, mengatakan masyarakat pesisir sebenarnya telah memiliki sumber daya dan potensi ekonomi yang besar.

Tantangan utamanya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem dilakukan secara terpadu.

"Masyarakat pesisir Indonesia sejatinya telah memiliki sumber daya, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang dibutuhkan untuk berkembang. Tantangannya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem berjalan secara terpadu sehingga masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil yang mereka ciptakan," ujar Rizky, Jumat (3/7).

Ia menjelaskan, banyak nelayan terpaksa menjual hasil tangkapan sesaat setelah mendarat karena tidak memiliki akses terhadap es dan fasilitas penyimpanan dingin.

Kondisi tersebut membuat harga jual ikan menjadi lebih rendah, sementara sebagian hasil tangkapan berisiko rusak.

Persoalan serupa juga dialami petani rumput laut. Meski produksi rumput laut Indonesia pada 2024 mencapai 10,8 juta ton, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku kering sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati di luar negeri.

Menurut Rizky, ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu solusi untuk memperkuat rantai pasok sektor kelautan.

Di banyak pulau terpencil, masyarakat masih bergantung pada generator diesel yang biaya operasionalnya tinggi dan pasokan bahan bakarnya bergantung pada distribusi laut.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore