Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 03.52 WIB

Pramono Anung Lirik Dana CSR hingga KLB untuk Perbaiki JPO Tendean Jaksel

Petugas mengatur kemacetan lalu lintas akibat sebuah truk pengangkut alat berat tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Tendean, Jakarta, Selasa (14/03/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Petugas mengatur kemacetan lalu lintas akibat sebuah truk pengangkut alat berat tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Tendean, Jakarta, Selasa (14/03/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencari solusi pasca robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan kembali infrastruktur penyeberangan ini menjadi prioritas utama, meskipun anggaran resmi dari Dinas Bina Marga belum tersedia.

Insiden robohnya JPO tersebut dipicu oleh truk pengangkut alat berat borepile atau crane yang menabrak struktur jembatan pada Selasa (14/7) dini hari.

Benturan keras tersebut membuat konstruksi jembatan rusak parah hingga harus dibongkar total demi keselamatan pengguna jalan.

Solusi Cepat: Lirik CSR hingga KLB

Pramono menuturkan, pihaknya tengah mengkaji sejumlah opsi pendanaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni.

"Kalau Bina Marga menyampaikan bahwa belum akan dibangun karena memang pasti anggarannya belum ada, maka dengan demikian, saya akan mencarikan ruang apakah melalui APBD Perubahan, atau dana-dana CSR (Corporate Social Responsibility), atau dana-dana KLB (Koefisien Lantai Bangunan), atau kami mengundang strategic partner untuk membangun itu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/7).

Pramono menyatakan bahwa penanganan JPO Tendean tidak boleh ditunda terlalu lama karena posisinya yang sangat krusial bagi mobilitas masyarakat sekitar.

"Karena lokasi itu adalah lokasi yang sangat padat dan strategis, harus segera ada JPO untuk menyelesaikan persoalan di lapangan. Jadi, itu yang paling penting," tegasnya.

Proses Hukum dan Tuntutan Ganti Rugi Masih Bergulir

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecelakaan ini murni disebabkan oleh kelalaian pengemudi truk bernomor polisi B 9077 UFU.

Saat berkendara, sopir diketahui tidak memperhatikan dimensi ketinggian muatannya karena terdistraksi oleh telepon genggam yang sedang dimainkannya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore