
Kasatpol PP Kota Bekasi Nesan Sujana. (Zakky Mubarok/Radar Bekasi)
JawaPos.com - Kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang menyeret Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi Nesan Sudjana memasuki babak baru. Di hadapan DPRD baru-baru ini, perempuan berinisial S membongkar dugaan intimidasi yang dialami, sementara Nesan membantah keras hingga menantang sumpah pocong.
Dugaan pelecehan non fisik ini mencuat dalam rapat klarifikasi bersama Komisi I DPRD Kota Bekasi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Inspektorat pada Kamis, 25 Juni 2026.
Dikutip dari Radar Bekasi (JawaPos Group), korban S membeberkan, kerap menerima komunikasi pribadi yang intens dari sang atasan sejak Oktober 2025. Hubungan kerja yang tidak sehat itu mulai beralih ke ranah privat lewat pesan singkat dan panggilan video.
Baca Juga:Kondisi Tiga Karyawan Percetakan yang Disekap 3 Minggu di Senen, Kaki Diborgol dan Diikat Tali Baja
"Sering chat dan telepon. Malam, siang, sore, berkali-kali. Pernah video call juga, lalu menyuruh saya menyusul saat dia sedang dinas. Saya juga pernah diajak bertemu di Kota Wisata, tetapi saya tolak," ujar S dikutip Minggu (29/6).
Meski tidak ada sentuhan fisik, S mengaku tindakan verbal yang berulang tersebut menimbulkan tekanan psikologis yang berat dan mengganggu kenyamanan kerjanya sehari-hari.
Satu hal yang membuat S merasa terintimidasi adalah munculnya ancaman struktural dari NS. Ancaman tersebut langsung keluar setiap kali S mencoba mengabaikan atau tidak merespons komunikasi pribadi sang kepala dinas.
"Kalau tidak angkat telepon, ada ancaman. Katanya, mau ditempatkan di mana, mau dipindahkan ke mana. Bahkan pernah ada ucapan akan dipecat," ungkap S.
S menegaskan, dirinya tidak bicara tanpa bukti. Ia mengaku telah mengamankan seluruh riwayat komunikasi serta rekaman percakapan di telepon genggamnya sebagai bukti otentik. Namun, bukti tersebut belum dibuka secara transparan dalam rapat koordinasi kemarin.
Di sisi lain, Kasatpol PP Kota Bekasi Nesan Sudjana memberikan pembelaan yang sangat agresif. Dia merasa menjadi korban penggiringan opini publik yang menempatkannya bersalah sebelum ada proses hukum yang berkekuatan tetap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
