
Ilustrasi kawasan tanpa rokok. Pansus DPRD DKI Jakarta targetkan Perda KTR rampung bulan ini. (dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Di balik kemeriahan ulang tahun Kota Jakarta yang baru saja menginjak usia 499 tahun, sebuah fakta memprihatinkan membayangi masa depan generasi mudanya. Hak hidup sehat anak-anak di ibu kota dinilai tengah terancam secara masif.
Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) bersama koalisi orang muda baru saja merilis temuan yang mengejutkan. Sebanyak 99 persen iklan rokok luar ruang di Jakarta ternyata dipasang secara ilegal dalam radius kurang dari 500 meter dari area sekolah.
Kondisi ini secara nyata mengepung jalur aktivitas harian para pelajar, khususnya di wilayah Matraman, Tanah Abang, dan Cilincing. Padahal, praktik ini jelas melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 dan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015 yang melarang total reklame rokok luar ruang.
Peneliti IYCTC, Nalsali Ginting, memaparkan hasil pemetaan terhadap 315 titik iklan rokok di tiga kecamatan padat penduduk tersebut. Temuan di lapangan menunjukkan transisi taktik industri rokok yang kini menyasar media-media kecil di sekitar pemukiman.
"Dari total 315 titik iklan rokok luar ruang yang ditemukan, hampir seluruhnya terletak pada warung-warung dan toko, dengan bentuk iklan mikro seperti banner, spanduk, serta stiker," ujar Nalsali dalam keterangannya, Kamis (25/6).
Nalsali menambahkan bahwa media promosi ini dilewati oleh siswa-siswi setiap hari. "Ada sebanyak 84.551 siswa sekolah di Jakarta yang terpapar promosi rokok secara langsung setiap hari saat mereka pergi ke sekolah," tegasnya.
Data IYCTC menunjukkan kelompok usia paling rentan justru menjadi target utama. Paparan paling masif terjadi pada siswa SD sebanyak 29.211 anak dan siswa SMP sebanyak 24.176 anak.
Kecamatan Matraman tercatat sebagai wilayah dengan tingkat pelanggaran terpadat. Sebanyak 116 iklan rokok ditemukan mengepung 109 sekolah, yang berarti memiliki kerapatan hingga 24 iklan per kilometer persegi. Seluruh iklan tersebut berada di bawah radius aman 500 meter.
Kondisi serupa terjadi di Tanah Abang dengan 102 iklan yang mengepung 104 sekolah. Sementara di Cilincing, terdapat 97 iklan yang memapar hingga 288 sekolah, di mana 123 di antaranya merupakan jenjang TK dan SD.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
