
Penampakan Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aksi begal di Jakarta terus menjadi sorotan. Terlebih setelah sejumlah rekaman video beredar luas di media sosial (medsos). Untuk memastikan para pelaku begal ditindak, Polda Metro Jaya terus menggencarkan patroli di daerah rawan.
”Kami sudah menjalankan dan melakukan pembinaan terhadap siskamling dan poskamling yang ada di wilayah Jakarta dan wilayah penyangga Jakarta. Juga kami bersama-sama dengan Kodam Jaya,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin pada Rabu (20/5).
Iman menyatakan, saat ini semua instansi terkait bersinergi untuk melakukan patroli skala besar dan sedang. Khususnya di titik-titik rawan kejahatan dan rawan gangguan keamanan. Tujuannya untuk menghadirkan rasa nyaman di lingkungan masyarakat.
”Untuk pelaksanaan patroli sasarannya tentunya berdasarkan dari hasil analisa kami terhadap daerah-daerah rawan kamtibmas. Kemudian waktunya juga adalah waktu-waktu yang diduga menjadi waktu yang rawan terjadinya gangguan keamanan,” jelasnya.
Iman memastikan, tidak ada batas waktu dalam operasi pengejaran terhadap para begal dan pelaku kejahatan jalanan lainnya. Semua akan terus dilakukan meski kondisi dan situasi sudah membaik. Namun demikian, dia mengakui bahwa intensitasnya akan berkurang.
”Hanya intensitasnya mungkin yang menjadi skala prioritas berdasarkan pertimbangan hasil analisa dan evaluasi,” terang dia.
Terhadap para begal dan pelaku kejahatan jalanan yang berani melawan, Iman menyatakan, anak buahnya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas dan terukur. Apalagi jika para pelaku tersebut mengancam keselamatan petugas masyarakat.
”Apabila mereka terlihat menggunakan senjata api dan akan menggunakan senjata api tersebut untuk melawan petugas dan untuk membahayakan masyarakat. Maka kami tidak akan pernah ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas dan terukur,” tegasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya dengan mengandalkan Tim Pemburu Begal menangkap 2 orang penjahat berinisial JF dan AS yang sempat viral di media sosial. Mereka ditangkap saat bersembunyi di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim) pada Selasa (19/5).

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
