
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menjadi "Anker" alias Anak Kereta di jalur tersibuk membutuhkan strategi fisik dan mental yang kuat. Mereka harus rela memilih 'gepeng' karena berdesakan hingga nyaris tak bisa bernapas di jam sibuk, atau rela membuang waktu demi perjalanan yang lebih manusiawi.
Inilah yang dijalani Siti Nurhaliza ,25, pengguna setia KRL Cikarang Line atau Blue Line.
Berdasarkan data pengguna KRL Jabodetabek periode Januari-Maret 2026, Cikarang Line menempati posisi kedua tersibuk dengan total 21.717.664 pengguna, tepat di bawah Bogor Line yang mencatat 38.203.418 pengguna.
Bagi warga Tambun ini, berdesakan di kereta saat jam pulang kantor adalah sebuah keniscayaan yang sebisa mungkin ia hindari.
Di saat pekerja lain berbondong-bondong menyerbu stasiun pada pukul 17.00 WIB, Siti justru memilih menetap lebih lama di Jakarta. Ia baru akan beranjak menuju peron ketika hari sudah benar-benar gelap.
"Tapi kalau balik (pulang), gua aman. Karena gua milih untuk mengundur waktu pulang. Kadang gua balik pukul 10-an (malam). KRL sudah tidak ramai banget," ujar Siti kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Drama Penantian dan Tantangan di Jalur Blue Line
Baca Juga: KRL Rangkasbitung Kembali Beroperasi Usai Banjir di Pondok Ranji Surut, Kecepatan Masih Terbatas!
Keputusan Siti untuk pulang larut malam bukan tanpa alasan. KRL Cikarang Line memang dikenal sebagai salah satu lintasan paling "menantang" karena sering mengalami keterlambatan yang tak terduga. Penantian di stasiun bisa menjadi ujian kesabaran yang luar biasa.
Apalagi jika ada kendala teknis atau pasca-insiden, durasi kereta berhenti bisa melampaui batas kewajaran. Siti menceritakan pengalamannya saat kereta tertahan di Stasiun Bekasi tanpa kejelasan yang pasti.
"Setelah kecelakaan (di Stasiun Belasi Timur) ini, KRL datengnya lama banget. Terus ketahan di Bekasi lebih lama. Pernah 20 menit-an diem aje," keluhnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
