
Korlantas Polri gunakan metode TAA olah TKP kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram @NTMC Korlantas Polri)
JawaPos.com - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) turut diproses hukum oleh Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Berdasar informasi terbaru, penyidik sudah meningkatkan status penanganan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.
Artinya penyidik sudah menemukan tindak pidana yang diduga terjadi di balik kecelakaan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya terus menangani kasus itu dengan mengerahkan penyidik untuk melakukan pendalaman. Termasuk penyidik dari Subdit Kamneg Ditreskrimum.
”Update kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, (kasus) itu ditangani dalam proses penyelidikan dan penyidikan, ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dan itu sudah naik tingkat penyidikan, tahap penyidikan,” kata Budi kepada awak media pada Kamis (30/4).
Menurut Kombes Budi, dalam tahap penyidikan tersebut, aparat kepolisian sudah melakukan beberapa langkah. Tujuannya untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan 16 korban meninggal dunia tersebut. Misalnya dengan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mengumpulkan barang bukti.
”Sudah dilakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman CCTV,” ujarnya.
Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa 24 orang saksi. Hari ini, Budi menyebut, pemeriksaan berlanjut kepada 7 orang. Mulai kepala pusat pengendalian, petugas sinyal, masinis, asisten masinis, dan petugas lainnya. Setelah meningkatkan penanganan kasus tersebut ke penyidikan, polisi akan terus melakukan pendalaman untuk menentukan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.
”Puslabfor Mabes Polri juga turun melihat penyebab apakah itu karena sistem kelistrikan, apakah sinyal dari komunikasi yang terputus. Itu masih kami dalami karena memang kami melihat kejadian baru beberapa hari lalu,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlntas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyampaikan bahwa pihaknya bersama Korlantas Polri masih mencari tahu penyebab taksi listrik Green SM mati mendadak di atas perlintasan sebidang Jalan Ampera. Untuk itu, sudah diturunkan tim ke lokasi kecelakaan. Pemeriksaan saksi-saksi, termasuk sopir taksi listrik tersebut juga dilakukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022