
Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Untuk mengamankan malam takbiran menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah besok (21/3), Polda Metro Jaya mengerahkan 1.810 personel. Ribuan personel itu dikerahkan ke sejumlah titik di Jakarta. Khususnya tempat-tempat yang berpotensi jadi lokasi takbiran.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa 1.810 personel itu terdiri atas 1.759 personel Polda Metro Jaya dan 51 personel polres. Dia menyebut, pengamanan itu sebagai bagian dari upaya untuk memastikan malam takbiran di Jakarta berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
”Personel disebar pada titik-titik pengamanan yang telah dipetakan, dengan fokus utama di kawasan Monas, Bundaran HI, serta koridor Sudirman–Thamrin,” kata dia pada Jumat (20/3).
Ribuan personel itu digelar oleh Polda Metro Jaya dengan pembagian pada Sektor A Monas sebanyak 100 personel, Sektor B Monas sebanyak 274 personel, Sektor C Bundaran HI sebanyak 533 personel, serta pengamanan kamseltibcarlantas sebanyak 903 personel.
”Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain TL Harmoni, Jalan Veteran, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pospol Medan Merdeka Barat, Tenda Putih Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, TL Kebon Sirih, dan TL Sarinah,” imbuhnya.
Berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, Polda Metro Jaya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan secara situasional di kawasan Monas, Bundaran HI, koridor Sudirman–Thamrin, serta titik-titik pendukung lainnya. Karena itu, disiagakan 903 personel kamseltibcarlantas.
”Untuk melakukan pengaturan, penjagaan, penguraian arus, dan langkah-langkah rekayasa lalu lintas sesuai perkembangan situasi di lapangan,” ucap Budi.
Kepada seluruh masyarakat di Jakarta, Polda Metro Jaya mengimbau agar merayakan malam takbiran secara tertib, aman, dan khidmat. Masyarakat diharapkan tidak melakukan arak-arakan atau konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Masyarakat juga diminta tidak menyalakan petasan, tidak melakukan kebut-kebutan liar, serta tetap mematuhi arahan petugas di lapangan.
”Pada prinsipnya, pengamanan malam takbiran dilaksanakan dengan pendekatan preemtif, preventif, dan persuasif agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan aman, nyaman, lancar, serta tetap terwujud keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.
