
CVS menyambangi Panti Yasni, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk berbuka puasa bersama. (Istimewa)
JawaPos.com–Cetta Virtual Society (CVS), komunitas belajar bahasa asing di bawah naungan Cetta Online Class, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya. Tidak hanya fokus pada percakapan bahasa asing, CVS menggelar aksi nyata dengan menyambangi Panti Yasni, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk berbuka puasa bersama.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa komunitas digital pun bisa memberikan dampak positif yang nyata di dunia luring (offline). Gerakan sosial ini bukan yang pertama bagi CVS. Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan pada Ramadhan 2025 di berbagai kota seperti Malang dan Bandung. Keberhasilan di regional lain inilah yang memicu semangat anggota di Jakarta untuk melakukan hal serupa tahun ini.
Kevan, salah satu anggota aktif yang menjadi inisiator awal di Malang, mengungkapkan bahwa semangat berbagi harus menjadi identitas komunitas.
”Ramadhan itu identik dengan berbagi. Dari dulu saya ingin CVS bisa menjadi sesuatu yang berguna, bukan cuma buat anggotanya sendiri, tapi juga buat masyarakat luas,” ujar Kevan.
Di Panti Yasni, para anggota CVS tidak hanya sekadar menyalurkan donasi atau membagikan makanan. Mereka meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak panti melalui sesi perkenalan yang hangat.
Meski awalnya beberapa anak tampak malu-malu, suasana perlahan mencair. Para anggota CVS menggunakan pendekatan santai untuk mendorong anak-anak berani bicara di depan umum, sebuah nilai yang juga diajarkan dalam kelas bahasa Cetta.
”Pede dulu. Itu yang paling penting. Kita ajak mereka kenalan, ngobrol santai, dan alhamdulillah ada yang akhirnya berani bertanya dan bercerita sendiri,” kata Kevan.
Landasan utama dari kegiatan ini adalah empati. CVS ingin dikenal bukan sekadar sebagai tempat berkumpulnya para pembelajar bahasa, melainkan sebagai komunitas yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
”Empati itu yang paling kencang. Setelah empati, kita jadi ingin mengenal dan merasakan apa yang dirasakan lingkungan lain,” jelas Kevan.
