Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 23.14 WIB

Gubernur Pramono Anung Kepincut Dodol Nyak Mai, Siap Sulap Kuliner Betawi Jadi Oleh-oleh Kelas Dunia

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo mengaduk dodol di Dodol Nyak Mai di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo mengaduk dodol di Dodol Nyak Mai di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambangi sentra pembuatan Dodol Nyak Mai di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Tak sekadar berkunjung, Pramono bahkan terjun langsung memegang sudip raksasa untuk mengaduk adonan dodol yang legendaris.

Kehadiran Pramono didampingi oleh sosok senior Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo alias Bang Foke. Keduanya kompak menjaga warisan kuliner yang menjadi identitas warga Jakarta tersebut.

Mengaduk dodol ternyata bukan perkara mudah. Proses manual di atas kayu bakar selama 8 hingga 10 jam membutuhkan stamina ekstra. Pramono mengaku terpukau dengan filosofi kerja keras di balik kudapan manis ini.

"Barusan saya diundang sekaligus mengaduk dodol dan rupanya tidak ringan. Saya terkesan sekali karena bagi warga Betawi, dodol ini sebenarnya bagian dari konsep gotong royong," ujar Gubernur Pramono.

Rahasia Kelezatan Dodol Nyak Mai yang Legendaris

Terletak di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Dodol Nyak Mai adalah bisnis keluarga yang sudah eksis sejak 1990-an. Kini, usaha tersebut diteruskan oleh generasi kedua, Mpok Djuanih dan Bang Udin.

Pramono sendiri mengakui bahwa dirinya adalah penggemar berat dodol ini dan sering membawanya pulang untuk keluarga.

"Saya sudah pernah mencoba dodol Nyak Mai ini, memang luar biasa enak. Kenyalnya pas dan manisnya juga tidak berlebihan," katanya.

Misi Modernisasi Tanpa Menghilangkan Tradisi

Melihat potensi besar UMKM Jakarta, Pemprov DKI berkomitmen untuk memberikan dukungan nyata.

Pramono berencana mendorong modernisasi peralatan produksi agar para perajin lebih berdaya, namun tetap menjaga pakem tradisional yang menjadi nilai jual utama.

"Harapannya dilakukan modernisasi, tetapi jangan sampai yang tradisionalnya hilang. Justru di situlah kekhasan dan keunggulannya," terangnya.

Pramono juga telah menginstruksikan Dinas UMKM untuk membedah kebutuhan para pelaku usaha kuliner Betawi. Targetnya jelas: kemasan yang lebih premium dan strategi pemasaran yang lebih luas.

"Nanti saya minta Kepala Dinas UMKM untuk mempelajari ini dan menyiapkan dukungan yang diperlukan. Hal seperti ini memang perlu pemerintah daerah turun tangan agar para pelaku usaha menjadi lebih berdaya," jelasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore