Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Februari 2026, 20.41 WIB

Semarak Imlek 2026: 3.000 Umat Padati Klenteng Boen Tek Bio, Ada 700 Lampion hingga Photobooth Gratis!

Klenteng Boen Tek Bio Tangerang dipadati 3.000 umat saat Imlek 2026, Selasa (17/2). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Klenteng Boen Tek Bio Tangerang dipadati 3.000 umat saat Imlek 2026, Selasa (17/2). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2.577 Kongzili menyelimuti Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang. Klenteng tertua yang berdiri sejak 1.684 ini dibanjiri hingga 3.000 umat yang datang berduyun-duyun untuk bersembahyang dan merayakan pergantian tahun Shio Kuda Api.

"Kami memprediksi sejak kemarin sampai hari ini ada 3.000-an umat yang datang bersembahyang dalam rangka memperingati hari raya Imlek ini," ujar Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, Dr. Ruby Santamoko, kepada JawaPos.com, Selasa (17/2).

Ia menjelaskan, pada hari imlek ini umumnya umat akan fokus pada sembahyang dan silaturahmi dengan sanak saudara. Oleh sebab itu tidak ada perayaan khusus yang digelar hari ini.

"Kalau semalam kita menggelar penampilan barongsai, liong dan lainnya. Tapi hari ini hanya sembahyang. Setelah mereka bersilaturahmi dengan pihak keluarga dan mereka sembahyang ke klenteng setelah itu mereka pulang," jelasnya.

Ada pola unik yang selalu berulang setiap tahun di Klenteng Boen Tek Bio saat menyambut Imlek. Pada malam pergantian tahun, suasana klenteng biasanya didominasi oleh wajah-wajah warga lokal dari Tangerang Raya. Mulai dari Kota, Kabupaten, hingga Tangerang Selatan, mereka biasanya menjalankan tradisi turun-temurun bersembahyang di malam hari.

Namun, suasana akan berubah total saat hari H tiba. Klenteng diprediksi akan menjadi titik temu bagi para pendatang yang kini menetap di berbagai sudut Tangerang. Mereka datang bukan tanpa alasan; status Boen Tek Bio sebagai klenteng tertua yang berdiri sejak 1684 (berusia lebih dari 330 tahun) memberikan daya tarik spiritual yang sangat kuat.

"Kebetulan klenteng kita klenteng tertua sudah 1.684 kurang lebih sudah 330-an tahun lebih makanya mereka mungkin dianggap ini keramat, dianggap ini sakti, dianggap ini sakral jadi mereka pasti walaupun dari jauh tetap berduyun-duyun untuk hadir," jelasnya.

700 Lampion Doa Hiasi Klenteng

Ruby mengungkapkan, bahwa persiapan perayaan Imlek telah dilakukan secara matang sejak dua minggu lalu. Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran lebih dari 700 lampion yang memenuhi area rumah ibadah tersebut.

"Perbedaannya adalah kita sekarang punya 700-an lebih lampion yang semuanya didanakan oleh umat dengan mengharapkan doa-doa harapan dengan menaruh nama dan doa yang dia tulis. Itu kami kerjakan kurang lebih hampir dua minggu yang lalu," ujar Ruby.

Meski kuota doa hampir penuh, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Tak hanya lampion, pengelola juga menyediakan fasilitas kekinian seperti photobooth gratis dan vending machine untuk kenyamanan pengunjung.

Harapan Tahun Kuda Api

Tahun 2026 yang merupakan tahun Kuda Api dimaknai sebagai tahun penuh energi besar. Melalui ritual Fang Shen (pelepasan makhluk hidup) di Kali Cisadane, umat diajak untuk terus menebar kebaikan.

"Mudah-mudahan di tahun kuda yang penuh dengan semangat apalagi kuda api energinya tinggi ya kita harus memiliki sama seperti kuda yang energinya harus besar dan karena energinya yang besar itu kita punya semangat yang tinggi sehingga semua tantangan, hambatan, rintangan bisa kita hadapi dengan baik," imbuh Ruby.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore