
Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Nasib malang menimpa Hasan, 26, seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (4/2). Niat hati mengantar penumpang sampai tujuan, ia justru menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Paspampres.
Kejadian bermula saat Hasan menerima orderan dari Jalan Mawar Srengseng menuju Jalan Cilebar. Namun, titik lokasi di aplikasi rupanya tidak sesuai dengan tujuan asli penumpang.
Hasan menceritakan, penumpang yang ia bawa tidak mengetahui jalan pasti menuju rumahnya. Penumpang tersebut kemudian memberikan share location dari sang pemilik rumah yang diduga oknum Paspampres tersebut, namun titiknya berbeda sejauh dua kilometer dari aplikasi.
Saat tiba di Jalan Kecapi, Meruya Utara, Hasan meminta penumpangnya menghubungi si pemilik rumah. Namun, respons yang didapat justru makian kasar.
"Terus saya bilang ke pelaku ini, saya bilang, 'Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?' Terus dia malah jawabannya malah kasar. 'Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!," ujar Hasan, Senin (9/2).
Hasan yang merasa hanya bertanya baik-baik pun sempat membalas ucapan tersebut hingga memicu emosi pelaku. "Bapak ngapain marah-marah? Saya kan cuma nanya alamat, ngapain marah-marah? Terus malah dia bilang, 'Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!' gitu," tambahnya.
Dihantam Besi di Bagian Kepala
Meski sempat ragu, Hasan tetap mengantar penumpangnya karena merasa kasihan. Sesampainya di lokasi, ketegangan justru memuncak.
Anak pelaku sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang hingga terjadi aksi saling pukul. Di tengah keributan tersebut, sang ayah yang diduga oknum Paspampres keluar membawa senjata tumpul.
"Pukul-pukulan di situ. Terus Paspampres ini, bapaknya ini datang bawa besi dan mukul kepala saya. Sekali pukul pakai besi, terus langsung warga udah di situ semua," ungkap Hasan.
Polisi Sempat Sebut Tak Bisa Usut
Usai kejadian, Hasan langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Kembangan dan menjalani visum. Namun, Hasan mengaku sempat mendapat jawaban mengecewakan dari pihak penyidik terkait status terduga pelaku.
"Penyidik bilang, 'Wah kalau Paspampres kayaknya nggak bisa diusut, harus ke Pomdam,' gitu. Makanya setelah itu kan saya langsung upload di Instagram tuh," kata Hasan.
Kabar terbaru, setelah unggahannya viral, Hasan kembali dipanggil oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut pada Senin (9/2). Ia pun berencana mendatangi Pomdam Jaya untuk memastikan laporannya diproses secara hukum.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Rahmat, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus ini. "Benar ada kejadian itu. Masih kami lidik. Sudah di BAP dan visum," terangnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
