
ILUSTRASI: Polri
JawaPos.com - Peristiwa melibatkan bhabinkamtibmas dan babinsa di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) tidak hanya menarik atensi publik. Dari kejadian itu, Polres Metro Jakpus mengingatkan seluruh jajarannya tidak sembarangan bertindak. Evaluasi juga dilakukan agar kerja-kerja menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat semakin baik.
Kapolres Metro Jakpus Reynold Hutagalung menyampaikan bahwa setiap temuan di wilayah tugas harusnya didalami lebih dulu. Dengan begitu, niat baik melindungi masyarakat tidak akan berujung masalah. Hal itu disampaikan oleh Reynold usai viral peristiwa seorang bhabinkamtibmas dan babinsa memeriksa pedagang es gabus di Kemayoran.
”Tentunya setiap temuan di kewilayahan agar dapat berkoordinasi dengan fungsi yang berkompeten terlebih dahulu. Sehingga dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat yang tepat dan benar,” kata dia kepada awak media pada Rabu (28/1).
Menurut Reynold, niat bhabinkamtibmas dan babinsa dalam video yang beredar luas di masyarakat sebenarnya baik. Yakni memastikan tidak ada masyarakat yang mengkonsumsi makanan atau minuman dari bahan berbahaya. Sayangnya, niat tersebut tidak dibarengi tindakan tepat sebagaimana telah disampaikan oleh Reynold.
”Di mana sesungguhnya niat bhabinkamtibmas dan babinsa itu untuk menjaga masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan. Bahkan terkesan over protektif untuk masyarakat,” imbuhnya.
Karena itu, kedepan Polres Metro Jakpus tidak hanya melakukan evaluasi. Melainkan turut melakukan pembinaan kepada seluruh jajaran. Tujuannya agar pelaksanaan tugas benar-benar sesuai dengan prosedur. Tidak ada tindakan berlebihan yang berpotensi menyebabkan masalah dan malah menimbulkan persepsi negatif.
”Pasti dan harus selalu (ada pembinaan) terkait perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya,” kata dia.
Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya meminta maaf kepada publik dan pedagang es gabus bernama Sudrajat. Selain itu, pendalaman sudah dilakukan dengan mengerahkan jajaran Bid Propam Polda Metro Jaya untuk mencari tahu ada atau tidak pelanggaran etik yang terjadi.
”Kami memahami psikologis kekecewaan publik, kami sampaikan mohon maaf dan kami akan mendalami peristiwa itu. Bid Propam Polda Metro Jaya telah menjemput bola, dalam hal ini mendalami apakah ada perbuatan (pelanggaran) etika, kewenangan yang dilanggar oleh personel tersebut,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022