
Operasi SAR 3 penambang lokal di lokasi bekas tambang Antam dihentikan oleh Kantor SAR Jakarta. Tim SAR tidak menemukan keberadaan korban. (Basarnas)
JawaPos.com - Operasi SAR 3 orang di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) PT Antam Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) dihentikan pada Rabu (21/1). Kantor SAR Jakarta bersama Basarnas Special Group (BSG) tidak menemukan 3 penambang lokal yang dilaporkan terjebak sejak Selasa pekan lalu (13/1).
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya menyampaikan bahwa penambang lokal yang beraktivitas di lokasi bekas tambang Antam itu tidak ditemukan meski pencarian sudah berlangsung sejak kemarin (20/1). Dia memastikan, operasi SAR sudah dilakukan secara maksimal di semua titik yang harus disisir.
Desiana menyampaikan bahwa Tim SAR dibagi atas 2 Search And Rescue Unit (SRU). SRU I bertugas menyisir lubang galian penambangan tradisional berdasarkan informasi dari saksi yang terakhir melihat posisi 3 korban. Kedalaman galian mencapai lebih kurang 200 meter dengan diameter lebar antara 50-70 sentimeter.
”Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri lengkap dengan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), alat detektor gas, dan peralatan SAR untuk ruang terbatas,” imbuhnya.
Sementara itu, SRU 2 bertugas sebagai tim medis. Mereka menunggu di luar lokasi tambang tersebut. Namun demikian, sampai lokasi atau titik terakhir, Tim SAR tidak menemukan ketiga penambang tersebut. Tanda-tanda keberadaan mereka juga tidak didapati oleh Tim SRU 1 yang terus bergerak sejak pertama kali mendapat tugas kemarin.
”Setelah Tim Rescue kami yang terdiri Kantor SAR Jakarta dan BSG melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, hasilnya tidak ditemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya, sesuai dengan searching area yang kami tentukan sesuai keterangan saksi,” terang dia.
Karena itu, Desiana dan timnya melakukan debriefing dan evaluasi operasi SAR bersama stakeholder terkait. Dalam evaluasi itu, saksi dan keluarga korban turut serta. Hasilnya operasi SAR dinilai tidak efektif sehingga Kantor SAR Jakarta memutuskan untuk menghentikan operasi tersebut. Itu sudah sesuai dengan Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 3 Tahun 2020.
”Saya berpesan agar masyarakat mematuhi aturan mengenai objek vital guna melindungi diri dari hal-hal bisa merugikan keselamatan jiwa. Selalu memperhatikan larangan mendekat atau masuk daerah objek vital. Hal itu untuk bukti bahwa negara melindungi segenap manusia dengan memberikan tanda-tanda peringatan. Dan jika melanggar, maka konsekuensi yang timbul dari hal tersebut menjadi menjadi kelalaian pada diri kita sendiri,” bebernya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022