
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto saat konferensi pers yang digelar Polres Bogor di Cibinong. (Polres Bogor)
JawaPos.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bogor mengungkap 74 kasus peredaran gelap narkotika dalam kurun Mei hingga Juli 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap 95 tersangka serta menyita barang bukti senilai sekitar Rp10,8 miliar yang diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 258 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Capaian tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar Polres Bogor di Cibinong. Selama tiga bulan terakhir, sebanyak 95 orang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri atas 91 laki-laki dan empat perempuan.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian memberantas jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bogor. Menurutnya, seluruh jaringan yang terlibat akan terus diburu tanpa memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkoba.
Selama periode pengungkapan, kasus sabu mendominasi dengan 41 perkara. Dari kasus tersebut, polisi menyita sekitar 3 kilogram sabu kristal.
Selain itu, Satresnarkoba juga mengungkap enam kasus ganja dengan barang bukti sekitar 2 kilogram ganja kering. Polisi turut menyita ganja sintetis dari 11 perkara berupa sekitar 600 gram ganja sintetis padat, 78,33 gram bibit sintetis, dan 2 liter sintetis cair.
Pengungkapan juga mencakup penyitaan 1.193 butir pil ekstasi. Di sisi lain, petugas membongkar 13 kasus peredaran Obat Keras Tertentu (OKT) tanpa izin edar dengan barang bukti mencapai 1.068.900 butir.
Ratusan ribu hingga jutaan pil tersebut terdiri atas Tramadol, Trihexyphenidyl, Hexymer, dan pil Y. Barang bukti itu menjadi salah satu penyitaan terbesar dalam pengungkapan selama tiga bulan terakhir.
Polres Bogor juga mengungkap munculnya modus baru dalam peredaran narkotika. Polisi menemukan penyalahgunaan zat Etomidate dan Happy Water yang mulai diedarkan di wilayah Kabupaten Bogor.
Dari tiga kasus yang berhasil diungkap, polisi menyita 65 cartridge berisi Etomidate dengan berat total 629,17 gram. Barang tersebut dikemas dalam bentuk cairan rokok elektrik atau vape.
Menurut polisi, satu cartridge dijual dengan harga berkisar Rp4 juta hingga Rp6 juta. Satu cartridge bahkan dapat digunakan hingga sekitar 40 kali hisapan dan memiliki efek menurunkan kesadaran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
