
Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021). Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai naik. pedagang mengklaim, kenaikan harga dipicu karena kelangk
JawaPos.com - Proses pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menemui tantangan berat. Meski alat berat sudah dikerahkan, kondisi sampah yang tercampur dan faktor cuaca membuat petugas di lapangan harus bekerja ekstra keras untuk membersihkan tumpukan yang dikeluhkan warga tersebut.
Kondisi sampah yang sudah menyatu antara organik dan non-organik menjadi penghambat utama. Petugas kesulitan menggunakan alat shouvel (sopel) karena tekstur sampah yang sangat padat dan basah.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) LH Kramat Jati Dwi Firmansyah menjelaskan, timnya harus melakukan pekerjaan manual sebelum alat berat bekerja.
"Jadi proses untuk pengambilan melakukan sopel ini agak susah. Beberapa kali kita coba, itu harus dicongkel dulu," ujarnya, Selasa (13/1).
Saking padatnya tumpukan sampah tersebut, kendaraan pengangkut sempat mengalami kendala teknis saat mencoba mengeruk.
"Ini untuk menggemburkan, sehingga memudahkan untuk sopel mengambil sampah dan menaikkannya ke dalam truk," tegas Dwi.
Selain tekstur sampah, faktor cuaca juga menjadi ancaman. Hujan deras yang mengguyur sejak hari Minggu lalu membuat area penampungan sampah menjadi licin dan rawan longsor.
Strategi pengangkutan pun kini difokuskan pada sampah lama yang sudah membusuk untuk mengurangi aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
"Kami sengaja memisahkan sampah lama sampah baru. Karena kecenderungan untuk sampah lama ini lebih menimbulkan bau. Kami prioritaskan pengangkutan di sampah lama terlebih dahulu. Agar meminimalisasi, meminimalisir bau yang ditimbulkan dari sampah ini," papar Dwi.
Ia menambahkan, perbedaan fisik antara sampah lama dan baru terlihat jelas dari warnanya.
"Sampah lama ini warnanya hitam, sampah baru ini belum terjadi pembusukan. Sehingga kita fokus kepada sampah yang lama dulu. Supaya meminimalisir bau, sehingga warga sekitar tidak timbul komplain terhadap warga sekitar," tambahnya.
Target Bersih dalam Satu Minggu
Sebelumnya, tumpukan sampah di bagian belakang pasar ini memang sempat viral dan memicu keluhan pedagang serta masyarakat sejak 8 Januari lalu.
Pihak pengelola pasar memastikan koordinasi dengan Sudin LH Jakarta Timur terus berjalan intensif untuk mengirimkan sampah tersebut ke TPST Bantar Gebang.
Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun menargetkan proses pembersihan tumpukan ini selesai dalam waktu singkat agar masalah serupa tidak terulang kembali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022