Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Januari 2026 | 20.55 WIB

Viral Makanan SPPG Karyasari Banten Pakai Plastik? Cek Fakta dan Klarifikasi Resminya!

Siswa menenteng ompreng MBG/(Dimas Choirul/Jawapo.com)

JawaPos.com - Kabar miring yang menyebutkan distribusi makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi menggunakan kantong plastik akhirnya terjawab. Pihak pengelola memastikan bahwa informasi yang viral di media sosial tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Yayasan Generasi Emas Empat Lima bersama GiziNow selaku pendamping operasional menegaskan bahwa seluruh proses distribusi makanan tetap menjaga standar kualitas tinggi.

Berdasarkan hasil investigasi langsung, distribusi makanan dari dapur SPPG Karyasari Sukaresmi sebenarnya menggunakan ompreng, bukan kantong plastik. Penggunaan wadah standar ini merupakan komitmen dapur untuk menjaga higienitas dan keamanan pangan.

Lantas, mengapa muncul video makanan dalam plastik?

Terungkap bahwa pemindahan ke kantong plastik dilakukan oleh kader setempat setibanya makanan di lokasi penerima manfaat. Sayangnya, momen tersebut direkam dan disebarkan seolah-olah merupakan prosedur resmi dari dapur SPPG.

Kepala SPPG Karyasari Sukaresmi Dimas menegaskan, pihaknya tidak pernah menggunakan plastik untuk distribusi. Ia menjamin seluruh wadah ompreng yang digunakan telah melewati proses sanitasi ketat.

"SPPG Karyasari berkomitmen menjalankan proses produksi dan distribusi makanan sesuai SOP, termasuk penerapan prinsip SLHS sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kebersihan, dan mutu pangan bagi penerima manfaat," ujar Dimas, Senin (12/1).

Tak hanya soal wadah, dapur SPPG Karyasari Sukaresmi dipastikan telah menerapkan standar Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Ini adalah bukti bahwa setiap tahap produksi makanan dipantau secara konsisten agar tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Denny Martin, Sekretaris Yayasan Generasi Emas Empat Lima, menyatakan pihaknya bersama GiziNow akan memperkuat koordinasi dengan petugas di lapangan. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya miskomunikasi atau tindakan di luar prosedur yang bisa memicu kegaduhan di media sosial.

"Berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program penyediaan makanan yang aman, higienis, dan bertanggung jawab," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore