
Pasar Kombongan resmi dibuka, Gubernur DKI berjanji hidupkan 153 Pasar Tradisional. (Masria/JawaPos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional yang ada di Jakarta. Langkah ini terutama ditujukan untuk pasar-pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pramono saat meresmikan Pasar Kombongan yang terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat, (6/1).
Pramono menegaskan, “Saya sudah meminta kepada pak Dirut (Dirut Perumda Pasar Jaya Agus Himawan) semua pasar dihidupkan kembali.” Dengan semangat ini, dia menunjukkan tekadnya untuk memulihkan fungsi pasar sebagai tempat berbelanja yang nyaman bagi masyarakat.
Dia mencatat bahwa Perumda Pasar Jaya mengelola total 153 pasar. Namun, dari jumlah tersebut, masih terdapat beberapa pasar yang dalam kondisi kurang baik, seperti becek dan kumuh, yang membuat masyarakat ragu untuk berbelanja di sana.
“Intinya, pasar-pasar pasti kami hidupkan kembali. Pasar Kombongan ini sudah mangkrak hampir 4-5 tahun, dan hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Pramono, salah satu penyebab mangkraknya revitalisasi pasar adalah masalah akses. Untuk itu, dia memerintahkan perbaikan akses menuju lokasi pasar.
“Saya tadi sudah meminta kepada bapak wali kota (Wali Kota Jakarta Pusat Arifin) dan juga bu asisten (Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Suharini Eliawati) untuk mengambil jalan keluar, memecahkan solusi terhadap akses yang dikeluhkan oleh sebagian pedagang,” imbuhnya. Dia yakin, dengan perbaikan akses, akan ada lebih banyak masyarakat yang mau berbelanja di pasar tersebut.
Selain Pasar Kombongan, masih ada beberapa pasar lainnya yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya yang juga mengalami masalah serupa. Salah satunya adalah Pasar Blok A Fatmawati. Meskipun sudah dilakukan groundbreaking pada tahun 2017, hingga kini pembangunan pasar tersebut belum juga dilanjutkan.
Mengenai masalah pembangunan pasar yang mangkrak, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengungkapkan ada dua faktor penyebabnya. Pertama, dampak dari pandemi, dan kedua, masalah hukum.
“Untuk Pasar Blok A itu, alhamdulillah sudah selesai masalah hukumnya di tingkat peninjauan kembali. Dan ini, kami sedang proses untuk mencari mitra, untuk kerjasama dengan pihak ketiga,” katanya.
Tidak hanya fokus pada pasar yang mangkrak, Agus juga menjelaskan bahwa mereka akan melakukan perbaikan secara bertahap pada pasar-pasar lainnya. Terutama pasar-pasar yang dalam kondisi sangat becek dan kumuh.
“Alhamdulillah, sekarang kondisi sampai dengan bulan Desember 2025 ini, sudah hampir 84 pasar yang kita perbaiki semuanya,” katanya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
