
Jati Ombo, salah satu destinasi wisata di Parung Panjang yang diserbu banyak orang di awal tahun 2026. (TikTok: heruman779)
JawaPos.com - Libur panjang Natal dan Tahun Baru kemarin dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan liburan guna melepas penat sejenak dari rutinitas kerja sekaligus menjadi momen untuk mendekatkan diri bersama keluarga.
Menariknya, Parung Panjang tanpa truk tambang berubah drastis menjadi tempat wisata yang menarik diserbu banyak orang dari sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Mereka menggunakan KRL Commuter Line, motor, hingga mobil pribadi untuk datang ke Parung Panjang dan melakukan liburan ke Jati Ombo.
Momen panjangnya mobil mengantre hingga beberapa kilometer dari para wisatawan yang akan liburan ke Jati Ombo didokumentasikan oleh akun Odong Odong Manot di TikTok.
Akun itu mengunggah sebuah video yang memperlihatkan mobil terpaksa parkir di jalan utama Parung Panjang saking membludaknya wisatawan yang liburan ke Jati Ombo Parung Panjang.
"Perjalanan Jati Ombo macet total, macetnya sudah sangat panjang ini. Untuk unit (kendaraan) tidak bisa masuk ke dalam ya karena terlalu overload, banyak yang parkir di jalan raya," kata pria dalam video itu.
Dia pun menyarankan orang yang ada niatan mau pergi ke Jati Ombo pada siang hari, sebaiknya mengurungkan saja. Pasalnya, jumlah wisatawan sudah sangat membludak, tidak mungkin bisa masuk ke Jati Ombo.
"Informasi buat teman-teman yang OTW Jati Ombo siang, nggak usah dilanjut ya, percuma nggak bisa masuk. Dari akses pintu masuk ke bawah ditutup," tuturnya.
Pria itu juga menginformasikan bahwa pihak kepolisian sudah turun tangan untuk mengurai kemacetan jalan di Parung Panjang akibat banyaknya wisatawan dari Jabodetabek yang datang ke Jati Ombo di momen libur panjang Nataru.
Pada kolom komentar, banyak netizen melihat perubahan besar Parung Panjang tanpa truk tambang. Wilayah ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tapi juga menjadi tempat yang nyaman untuk habiskan waktu bersama keluarga.
"Sekarang jalannya bagus soalnya, kemarin rusak parah. Terakhir aku ke sana tahun 2024 jalanan masih parah," komentar salah satu warganet.
"Saya ke sana hari Kamis, masya Allah lautan manusia, jadi nggak bisa menikmati, sudah jauh-jauh malahan dari rumah. Oleh-olehnya banyak yang kosong, pengin beli kerupuk saja kudu rebutan," komentar yang lainnya.
"Aku kemarin ke situ sampai putar balik karena macet nggak bisa masuk."
Perubahan besar terjadi di Parung Panang pada masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.
Dua pemimpin di Jawa Barat itu bersinergi untuk hadirkan suasana yang nyaman untuk Parung Panjang dan sekitarnya, setelah puluhan tahun mereka dizalimi oleh truk-truk tambang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
