Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 November 2025 | 20.30 WIB

Pemprov DKI Siapkan Mitigasi Banjir Cuaca Ekstrem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kondisi tanggul Baswedan yang jebol di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kondisi tanggul Baswedan yang jebol di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com -Pemprov DKI melakukan berbagai mitigasi resiko banjir akibat potensi cuaca ekstrem di Jakarta. Mitigasi itu dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Adapun upaya yang dilakukan mulai dari optimalisasi infrastruktur pengendali banjir, kesiagaan sarana pendukung, hingga peningkatan pemantauan di lapangan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menuturkan, seluruh jajarannya berada dalam status siaga penuh untuk antisipasi cuaca ekstrem di Jakarta. “Kami memastikan perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah hujan intensitas tinggi,” ujarnya.

Untuk menghadapi potensi genangan maupun banjir, hingga 15 November 2025, Pemprov DKI menyiagakan 560 pompa stasioner di 191 lokasi serta 627 pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi. Pompa mobile disiapkan untuk menjangkau titik genangan yang tidak dilayani pompa stasioner.

Selain itu, pemeliharaan badan air juga dilakukan. Total volume pengerukan di sungai/kali dan waduk/situ/embung mencapai 756.000 meter kubik, tersebar di 1.876 titik pengerukan. Perinciannya, Jakarta Timur (786 ) titik, Jakarta Barat (290), Jakarta Utara (546), Jakarta Selatan (93), dan Jakarta Pusat (161). Ada sebanyak 258 unit excavator dan 449 dump truck dikerahkan mendukung pekerjaan tersebut.

Sementara untuk antisipasi banjir di Kawasan Pesisir, jajaran Ika di Suku Dinas SDA Jakarta Utara menyiagakan rumah pompa, pompa mobile, dan pintu air. Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain Pintu Air Marina, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Junction PIK, Muara Angke, Pasar Ikan, Tanjungan, Rumah Pompa Waduk Pluit, serta Polder Kamal.

“Sebanyak 3.908 personel Pasukan Biru turut dikerahkan untuk memantau kondisi lapangan, memastikan kelancaran aliran air, dan merespons cepat apabila terjadi genangan atau banjir rob,” katanya. Ika berharap langkah mitigasi tersebut mampu menekan dampak banjir akibat cuaca ekstrem.

Selain Dinas SDA, BPBD DKI Jakarta juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di ibukota. Salah satunya dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). OMC itu dilakukan sejak awal November bersama BMKG dan TNI AU.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, OMC menjadi bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi di Jakarta. Menurutnya, OMC periode awal November berjalan efektif, meskipun belum ada rencana penambahan operasi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami masih menunggu evaluasi cuaca oleh BMKG. Apabila potensi cuaca ekstrem meningkat, kami akan bertindak cepat,” terangnya.

Menurut Isnawa, OMC yang dilakukan selama enam hari, dari 5–10 November, itu dilakukan dengan 14 sortie penerbangan dan durasi 29 jam 24 menit menggunakan pesawat Casa 212-400/A-2114 milik TNI AU. Sebanyak 11.200 kilogram NaCl disemai untuk mengurangi potensi curah hujan di Jabodetabek.

“Evaluasi gabungan menunjukkan OMC itu mampu menekan curah hujan hingga 49,58 persen dari prediksi,” katanya.

Selain itu, BPBD DKI juga menurunkan 267 Petugas Penanganan Bencana (P2B) ke setiap kelurahan serta memperkuat koordinasi dengan PPSU, FKDM, LMK, RT/RW, dan Tagana.(rya/)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore