
Pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. (Dok. Waskita Karya)
JawaPos.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaporkan progres pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai 77,96 persen, atau lebih cepat dari target yang ditetapkan sebesar 76,49 persen.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyampaikan bahwa pembangunan proyek LRT Jakarta akan rampung pada Agustus 2026 mendatang.
"Pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B secara tepat waktu dan memperhatikan mutu. Terbukti progres saat ini mencapai 77,96 persen, lebih cepat dari target yang sebesar 76,49 persen," kata Ermy, Selasa (11/11).
Lebih lanjut, dia membeberkan pembangunan yang sudah melampaui target itu berkat inovasi digital Perseroan dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan, sekaligus keberlanjutan dalam proses konstruksi.
Demi mempercepat pembangunan, lanjutnya, Waskita menerapkan solusi digital berbasis Building Information Modelling (BIM) dan teknologi Bentley Systems. Perseroan pun memanfaatkan drone fotogrametri serta simulasi 4D untuk memantau dan mengelola proyek secara real time.
Itu dilakukan guna mempermudah pengerjaan proyek di tengah padatnya perkotaan. Seperti diketahui, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B memiliki panjang 6,4 kilometer (km) dari total 46,8 km.
Ermy juga menjelaskan, Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini bertujuan memudahkan seluruh tim, baik teknis maupun nonteknis, untuk mengakses informasi proyek secara langsung serta cepat mengambil keputusan.
"Berkat metode tersebut, Waskita berhasil mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum proses konstruksi berlangsung. Tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, implementasi simulasi 4D juga mendorong Perseroan menuju metode konstruksi yang lebih efisien dan presisi," tuturnya.
Selain itu, dirinya mengungkapkan, secara finansial inovasi digital itu berdampak signifikan, karena Perseroan mampu menghemat hingga 14,82 juta dolar AS. Bahkan dapat menekan konsumsi material lebih dari 7,3 juta dolar AS.
"Dari sisi operasional juga terjadi peningkatan 80 persen pada efisiensi data serta pengurangan waktu permodelan sampai 40 persen. Kemudian bisa menurunkan inpeksi fisik sebesar 20 persen," tutup Ermy.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
